[BAB V] Komunikasi Bisnis – Teknologi Informasi dalam Komunikasi Bisnis

A. Keuntungan Menguasai Teknologi Informasi

Di era yang serba teknologi ini, tentu banyak keuntungan yang didapat dari penguasaan masyarakat  akan teknologi informasi itu sendiri, diantaranya:

  1. Memudahkan kegiatan apapun hanya dalam satu klik
  2. Mendapatkan informasi dengan lebih cepat
  3. Mempercepat langkah masyarakat dalam keep up di era ini

B. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Komunikasi Bisnis

Dengan adanya teknologi informasi, siapa saja yang melakukan bisnis tidak perlu lagi harus tatap muka dengan klien yang berada jauh. Sekarang bisa dengan layanan video call dan sebagainya, membuat deal  bisnis pun dapat dilakukan dari jauh.

Kemudian dengan adanya sosial media, bisnis yang dijalankan bisa lebih cepat tersebar ke khalayak melalui sosial media. Tidak lagi hanya mengandalkan mulut-ke-mulut, melalui flyer atau spanduk.

C. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mengambil Keputusan Bisnis

Dalam mengambil keputusan bisnis, sosial  media bisa menjadi contoh atau tolak ukur dalam mengambil keputusan. Misal, seseorang ingin memulai bisnis  food truck tetapi ragu untuk menempatkannya dimana. Kemudian ia membagikan tentang bisnisnya ke sosial media. Dari situ, orang-orang bisa memberikan respon kepada sang empunya bisnis dimana seharusnya ia berjualan. Dari respon yang ia dapat, distulah ia membuat keputusan.  Melaui sosial media juga bisa menjadi sumber ide untuk seseorang berbisnis. Bisa saja hanya melihat dari jumlah postingan makanan apa saja yang sedang tren di kalangan, menumbuhkan hasrat untuk berbisnis juga.

Advertisements

[BAB IV] Komunikasi Bisnis – Jenis-jenis Komunikasi

A. Komunikasi menurut Penyampaiannya

Tidak terlalu sulit mengenal cara-cara penyampaian dalam komunikasi, karena telah dilakukan dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Komunikasi Lisan
  • Terjadi secara langsung dan tidak mengenal jarak. Misalnya, saling bertatap muka, wawancara
  • Terjadi secara tidak langsung dan dibatasi jarak. Misalnya, komunikasi lewat telepon.
  1. Komunikasi Tulisan
  • Berbentuk surat untuk menyampaikan pesan yang bersifat singkat
  • Berbentuk naskah untuk menyampaikan hal yang lebih kompleks
  • Berbentuk blanko untuk menyampaikan pesan dalam bentuk daftar
  • Berbentuk foto untuk menyampaikan pesan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata
  • Berbentuk spanduk untuk menyampaikan pesan ke khalayak banyak

B. Komunikasi menurut Kelangsungan

Terjadinya interkasi dianatara kedua belah pihak disebut dengan:

  1. Komunikasi Langsung = tanpa adanya bantuan orang ketiga dan tidak dibatasi jarak
  2. Komunikasi Tidak Langsung = adanya bantuan pihak ketiga dan media alat komunikasi

 

C. Komunikasi menurut Perilaku

Menurut perilaku komunikasi dibedakan menjadi:

  1. Komunikasi Formal
  2. Komunikasi Informal
  3. Komunikasi Nonformal

 

D.  Komunikasi menurut Maksudnya

Maksud atau tujuan sebuah komunikasi bisa dicontohkan sebagai:

  1. Berpidato
  2. Memberi ceramah
  3. Memberi saran
  4. Wawancara
  5. Memberi perintah atau tugas

 

E. Komunikasi menurut Ruang Lingkup

Ruang lingkup terjadinya komunikasi merupakan batasan jenis komunikasi ini, komunikasi menurut ruang lingkupnya dibedakan sebagai berikut:

  1. Komunikasi internal, dibagi menjadi 3:
  2. Horisontal
  3. Vertikal
  4. Diagonal

 

  1. Komunikasi eksternal, bisa berbentuk:
  2. Eksposisi, pameran, promosi
  3. Konferensi Pers
  4. Siaran televisi, radio
  5. Bakti Sosial

 

F. Komunikasi menurut Aliran Informasi

Aliran komunikasi dibedakan menjadi 5, yaitu:

  1. Komunikasi satu arah
  2. Komunikasi dua arah
  3. Komunikasi ke atas
  4. Komunikasi ke bawah
  5. Komunikasi ke samping

 

 G. Komunikasi menurut Jaringan Kerja

 

  1. Komunikasi jaringan rantai
  2. Komunikasi jaringan kerja lingkaran
  3. Komunikasi jaringan bintang

 

H. Komunikasi menurut Peranan Individu

  1. Komunikasi antar satu individu dengan yang lain
  2. Komunikasi antar satu individu dengan lingkungan yang lebih luas
  3. Komunikasi antar satu individu dengan dua kelompok atau lebih

 

 I. Komunikasi menurut Jumlah Pelaku dalam Komunikasi

Hanya terbagi dalam dua jenis, yakni:

  1. Komunikasi Perorangan
  2. Komunikasi Kelompok

 

[BAB III] Komunikasi Bisnis – Komunikasi dalam Organisasi

 

A. Pola Komunikasi Bisnis
Komunikasi vertikal dari atas ke bawah; misal, dalam menetapkan instruksi pekerjaan, memperi penjelasan tentang kebiasaan dan peraturan yang berlaku dalam perusahaan

  1. Komunikasi vertikal dari bawah ke atas; misal, berupa usulan dari bawahan atau kritik atau juga grapevine (kabar dari mulut ke mulut atau desas-desus)
  2. Komunikasi horisontal; misal, komunikasi antar karyawan atau pejabat setingkat yang dapat terjadi seperti dalam konferensi, ceramah, pertemuan informal

B. Mengelola Komunikasi Bisnis

 

Pengelolaan komunikasi berkaitan dengan hal-hal yang bersifat rutin, dan  bersifat khusus (incidental) dan perlu penanganan yang bersifat khusus pula.

C. Masalah dalam Komunikasi Organisasi

 

Proses komunikasi dalam organisasi tidak selalu berjalan mulus, namun juga ada hambatan-hambatan. Berikut adalah macam-macam hambatan dalam organisasi, yaitu:

  1. Hambatan fisik       =        hambatan yang terjadi akibat gangguan cuaca, gangguan sinyal, dsb.
  2. Hambatan  semantic =   hambatan yang terjadi akibat pemahaman yang sedikit
  3. Hambatan manusiawi =    hambatan yang terjadi akibat tingkat emosi manusia yang tidak menentu dalam menyikapi informasi atau pesan.

 

 

[BAB II] Komunikasi Bisnis – Peranan Komunikasi dalam Dunia Bisnis

A. Peranan Komunikasi dalam Bisnis

Kegiatan bisnis tidak dapat dilakukan tanpa komunikasi. Komunikasi bisnis dapat dilkakukan diluar maupun didalam perusahaan. Didalam perusahaan, komunikasiharus dijaga dengan baik dengan para karyawan agar mereka lebih yakin dengan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Jika tidak ada rasa yakin dalam diri karyawan dengan produk perusahaan, maka akan tidak mudah untuk mengembangkan produk tersbut untuk khalayak luas. Komunikasi dengan pihak luar ataua eksternal juga perlu dijaga dengan baik dilakukan perusahaan dengan masyarakat, pemerintah pada umumnya dan khususnya terhadap para konsumen dan pelanggan.

 B. Tujuan dari Komunikasi dalam Bisnis

Ada beberapa tujuan, yaitu:

  1. Menjamin hubungan yang baik antar pimpinan dan bawahan
  2. Mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan agar tertuju untuk direalisasikan
  3. Memberi informasi
  4. Mengajak
  5. Membuat kolaborasi dengan pelanggan                                                                                               

C. Umpan Balik dan Bentuknya

Umpan balik atau feedback dapat berbentuk hasil  (pelaksanaan suatu tugas), laporan, pertanyaan, reaksi, dan sebagainya.

Bentuk-bentuk umpan balik, diantaranya:

  1. External Feedback
  2. Internal Feedback
  3. Direct / Immediate Feedback
  4. Indirect Feedback
  5. Inferential Feedback
  6. Zero Feedback
  7. Neutral Feedback
  8. Positive Feedback
  9. Negative Feedback

D. Kesalahpahaman dalam Berkomunikasi

  1. Masalah dalam mengembangkan pesan: munculnya keragu-raguan tentang isi pesan
  2. Masalah dalam menyampaikan pesan: faktor fisik
  3.              Masalah dalam menerima pesan
  4. Masalah dalam menafsirkan pesan: perbedaan latar belakang, penggunaan bahasa, penyampaian menggunakan emosi

E. Memperbaiki Komunikasi dalam Organisasi

Cara memperbaiki komunikasi dalam organisasi, yaitu:

  1. Persepsi
  2. Ketepatan
  3. Kredibilitas
  4. Pengendalian
  5. Kecocokan/keserasian.

 

[BAB I] Komunikasi Bisnis – Dasar Komunikasi & Komunikasi Bisnis

A. Pengertian dan Cakupan Komunikasi

Komunikasi merupakan kegiatan manusia untuk berhubungan satu dengan yang lain secara otomatis. Sehingga sering terlupakan bahwa keterampilan berkomunikasi merupakan hasil dari belajar manusia. Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan yang berkaitan dengan masalah hubungan atau dapat diartikan juga sebagai sarana untuk tukar menukar pendapat.

Komunikasi bisnis adalah pertukaran pendapat atau  gagasan dan informasi yang memiliki tujuan tertentu. Seperti yang dikemukakan Katz (1994:4), Komunikasi Bisnis didefinisikan sebagai adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangikaian tujuan komersil. Komunikasi bisnis bisa diartikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis dalam rangka mencapai tujuan dari bisnis tersebut.

B. Unsur-unsur  dalam Komunikasi

  1. Komunikator = subjek yang menerima pesan atau informasi atau berita.
  2. Komunikan    = subjek yang menerima atau dituju dari pesan atau informasi yang  dikirimkan
  3. Pesan               = objek yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan baik secara lisan atau tulisan
  4. Respon             = tanggapan
  5. Media                = alat yang  digunakan untuk menyampaikan pesan atau berita

C. Bentuk Dasar dari Komunikasi

  1. Komunikasi Verbal   = Komunikasi yang  menggunakan kata-kata bisa berbentuk lisan maupun tulisan.
  2. Komunikasi Non-Verbal = Komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata, melainkan memakai gestur atau bahasa tubuh.
  3. Komunikasi Internal dan Eksternal =  a. Internal: antar lingkup dalam organisasi                                                                         b. Eksternal:antar llingkup dalam dengan luar  h                                                                  organisasi
  4. Komunikasi Formal dan Informal

D. Bisnis dalam Pandangan Komunikasi

Bisnis dalam pandangan komunikasi bisa diartikan sebagai  bagaimana konsep komunikasi itu digunakan  dalam berbisnis. Dalam berbisnis, komunikasi penting untuk meynyampaikan apa produk yang dijual kepada konsumen, untuk melakukan kegiatan promosi, untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan, dan bisa juga untuk mebngembangkan kemampuan pebisnis dalam berkomunikasi dengan kliennya.

 

Tugas Individu Jurnalistik: Tugas #5 “Investigasi”

Nama : Rizma Bunga Vania

NPM   :18613017

Kelas  : 2SA06

Dosen : Ibu Dr. Nuriyati Samatan M.Ag

Investigasi

Berita Investigasi

Investigative reporting atau Investigasi News merupakan kegiatan peliputan untuk mencari, menemukan, dan menyampaikan fakta-fakta adanya pelanggaran, kesalahan, penyimpangan, atau kejhatan yang merugikan kepentingan umum dan masyarakat.

Investigative reporting adalah pekerjaan membuka pintu dan mulut yang tertutup rapat,” kata ahli komunikasi William Rivers.

Investigative reporting atau berita investigasi bertujuan mulia, yaitu memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui (people right to know) dari apa yang dirahasiakan oleh pihak-pihak lain yang merugikan kepentingan umum.

Wartawan investigasi dituntut agar mampu melihat celah pelanggaran, menelusurinya dengan energi reportase yang besar, membuat hipotesis, menganalisis, dan pada akhirnya menuliskan laporannya. Jurnalisme investigasi ada ketika terjadi penyimpangan dalam suatu tatanan masyarakat. Pers punya peranan sangat penting untuk dapat menginformasikan peristiwa yang menyimpang itu. Tidak berhenti sampai titik ini, pers juga bisa melangkah jauh mengusut kesalahan, menemukan kebenaran, dan mengadakan perubahan.

Contoh berita Investigasi: *contoh saya ambil dari blog http://jurnalbidandiah.blogspot.co.id/2012/06/reportase-investigasi-brownies-dan-bolu.html *

Reportase Investigasi Brownies dan Bolu Kukus Berbahaya

Sebenarnya brownies adalah kue yang berasal dari kesalahan karena bentuknya yang bantat namun karena memang seperti itu dibuatnya dan rasanya yang enak maka tak heran banyak penggemarnya.
Resep brownies berkembang cukup pesat, mulai dari yang dulunya dipanggang hingga dikukus. Mulai dijadikan cemilan dengan teh hingga untuk makanan siap saji pada waktu acara seperti arisan.
Namun, lagi-lagi ternyata kue ini juga termasuk makanan yang dapat diakali oleh oknum curang yang menambahkan bahan-bahan berbahaya. Ya, di pasaran beredar kue brownies yang mengandung zat berbahaya yang dapat meracuni perut dan otak.
Didalam tayangna tersebut, awalnya kecurigaan muncul tatkala terlihat pada warna kue yang mencolok dan setelah beberapa hari lamanya kue tersebut tak kunjung basi.
Hal tersebut menggiring ke pembuat kue, sebutlah Ijah (Nama Disamarkan).Ternyata benar dugaan bahwa kue yang dibuat Ijah ditambahkan borak/ bleng/ sering disebut pijer.
Borak sejatinya digunakan dalam non pangan seperti anti kecoa, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptik kayu. Bayangkan saja anti kecoa ditambahkan kemakanan????
Kue buatannya  juga diberi pewarna non pangan dan pemanis buatan. Dalam prosesnya Ijah menggunakan telur yang sudah rusak dengan cangkang yang telah pecah yang terkadang sudah mengeluarkan aroma busuk. BAHKAN tak jarang ditemui belatung pada telur yang dibelinya dengan harga 10rb/ kantong besar. Jauh lebih murah memang dibandingkan dengan telur yang masih bagus dengan harga 16 rb/ kg yang hanya berisi 10-12 butir telur.
Selain belatung yang jelas berbahaya, cangkang telur yang telah pecah menyebabkan adanya kontaminasi dengan bakteri lainnya.
Mengenai aroma busuk dari telur yang sudah hampir busuk tersebut Ijah menggunakan essense pada adonan bownies agar bau telur busuk tersebut hilang, sedangkan pada bolu kukus air yang digunakan yaitu air berkarbonasi, demikian yang dituturkan Ijah.
Satu lagi yang mengagetkan saya yaitu dalam proses pembuatan brownies ternyata Ijah sama sekali tidak menggunakan coklat batang. Namun, dia menuju ke toko kosmetik. Bayangkan apa yang dia beli? Dia membeli pewarna rambut coklat untuk kuenya meski namanya brownies coklat.
Sekilas pembuatan kue tersebut sama dengan yang lainnya. Bedanya Ijah menggunakan tambahan zat berbahaya.
Untuk pemanis Ijah menggunakan natrium ciklamat, natrium cikalamat tidak mudah dicerna oleh tubuh, bila dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama maka akan mengendap di tubuh dan dianggap benda asing dan akhirnya dapat memicu sel kanker.
Setelah seluruh proses selesai, Ijah mengedarkan kue  brownies dan bolu kukusnya ke pasar dan mejual ke warung-warung. Tak berapa lama kuenya sudah diserbu dari anak-anak hingga dewasa. Ironisnya, terkadang kue buatannya juga dikonsumsi anak-anaknya sendiri.
Apakah kecurangan oknum dalam pembuatan brownies membuat Anda mencoret kue lezat ini dari daftar makanan yang Anda konsumsi ???
Tidak perlu menghindarinya dan tidak perlu khawatir karena amsih ada pembuat kue yang jujur seperti Elis misalnya. Dia mengutamakan kualitas, bahkan di tokonya biasanya dia akan membuat brownies setelah ada pemesanan, sehingga pembeli dapat membawa brownies dalam keadaan hangat.
Untuk membuktikan penggunaan zat berbahaya tersebut, Tim mengadakan studi kasus kecil di Laboratorium Tek. Pangan Fakultas Teknik Univ. Pasundan.
Dengan kue Ijah sebagai sampel utama dan sampel acak di Pulau Jawa. Hasilnya sampel utama (Ijah) positif mengandung borak dan 4 sampel acak negatif. Untuk pengujian pemakaian pewarna non pangan sampel utama (Ijah) dan 2 dari 4 sampel acak positif mengandung pewarna non pangan.
Selain itu kue Ijah mengandung mikroorganisme yang melebihi batas Standar Nasional yaitu
1×102 koloni/ gram diduga berasal dari telur berbelatung yang digunakan Ijah.
Salmonella adalah yang paling terdapat pada proses pembuatan makanan yang tidak hygienis.   
Berikut tips membedakan Kue yang sehat dan berbahaya

Brownies/ Bolu Kukus Baik/sehat Brownies/ Bolu Kukus Berbahaya
Brownies memiliki tekstur yang lembut Teksturnya keras
Brownies kukus 2-3 hari akan basi Tidak basi hingga seminggu
Aroma coklat kuat

Warna tidak terlalu mencolok

Bolu kukus tidak terlalu mekar/ berlebihan

Bolu kukus bertekstur tidak terlalu lembut/ lemas

Aroma coklat tidak terlalu kuat

Warna mencolok

Bolu kukus terlalu mekar/ berlebihan

Bolu kukus bertekstur terlalu lembut/ lemas

Contoh lainnya mungkin yang paling familiar diketahui banyak orang adalah tayangan program berita Investigasi di salah satu televisi nasional. Program tersebut menyelidiki investigasi-investigasi yang berbeda disetiap episode-nya. Pada tayangan tersebut, pelaku dari sebuah kasus yang di invetigasi juga diwawancarai dengan nama yang disamarkan.

Tugas Individu Jurnalistik : Tugas #4 “Laporan Interpretatif”

Nama : Rizma Bunga Vania

NPM   :18613017

Kelas  : 2SA06

Dosen : Ibu Dr. Nuriyati Samatan M.Ag

LAPORAN INTERPRETATIF

Berita Interpretatif

Istilah interpretative mulai dikenal didunia jurnalistik ketika Curtis D. MacDougall dari Northwestern University, Amerika, menulis buku berjudul Interpretative Reporting (1938). Sejak itulah istilah interpretative diterapkan untuk jenis reportase yang menempatkan berita “dalam konteks.”

Dalam berita interpretatif seorang wartawan harus berfikir layakanya ilmuan yang akan meneliti sebuah permasalahan. Wartawan harus memiliki kesimpulan atau kecurigaan awal tentang sebuah peristiwa. Kita mesti skeptis terhadap sebuah peristiwa. Peristiwa pasti terkait dengan sesuatu yang lebih besar dan penting. Dari kecurigaan tersebut wartawan mengumpulkan informasi sebagai bahan pembuktian. Informasi tersebut adalah hasil wawancara dengan narasumber, data-data, maupun pengamatan indrawi si wartawan. Setelah itu, informasi yang terhimpun disusun dalam sebuah berita.

Contoh berita interpretatif:

*contoh saya  ambil dari artikel di Kompas.com tanggal 13 November 2015 yang berjudul: “Kerja di Luar Negeri, Basisnya Mutlak Kompetensi”                         Link: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/11/13/122947126/Kerja.di.Luar.Negeri.Basisnya.Mutlak.Kompetensi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp *

KOMPAS.com—Besarnya peluang untuk bekerja di luar negeri mengharuskan Indonesia menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Kompetensi sesuai kebutuhan pasar di luar negeri akan menjadi bekal Tenaga Kerja Indonesia (TKI), termasuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah menjelang penerapannya pada akhir 2015.

“TKI yang bekerja ke luar negeri harus berbasis kompetensi, sehingga memiliki daya saing,  mendapatkan perlindungan hukum, dan menjadikan dirinya bermartabat di negeri orang,” ujar Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN) I Badan nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Naekma, Kamis (12/11/2015).

Dalam sambutan untuk wisuda STMIK Bina Sarana Global, Tangerang, Naekma juga berkali-kali dia menekankan bila ada alumnus hendak bekerja di luar negeri harus mengoptimalkan peluang berdasarkan kompetensi unggul.

“Peluang tersebut membawa banyak manfaat. Di antaranya, membuka akses informasi untuk bekerja ke luar negeri, peningkatan pendidikan masyarakat, penambahan pengalaman dan meningkatkan wawasan,” lanjut Naekma.

Selain itu, bekerja di luar negeri menjadi peluang untuk memperoleh keterampilan baru dan brain gain, sekaligus menjadi duta kebudayaan. MEA, imbuh Naekma, menandai babak baru sejarah integrasi  ekonomi di Kawasan Asia Tenggara dan langkah awal bagi Indonesia mempersiapkan diri menjadi pemain global.

“Tidak mudah bagi BNP2TKI menjawab tantangan global terhadap ketersediaan kompetensi sertifikasi profesi nasional maupun internasional. Oleh karena itu besar harapan kami  kepada para wisudawan dan wisudawati untuk tidak berhenti disini saja, tetapi terus memacu diri untuk selalu meningkatan kompetensi diri,” tambah Naekma.

Kompetensi, imbuh Naekma, juga tetap dibutuhkan untuk bekerja di dalam negeri. “Kita harus berjuang bersama–sama memajukan negeri ini dalam membangun ‘Indonesia in Corporated’. Kita tunjukan kompetensi anak–anak bangsa ke kancah internasional melalui penyelarasan kompetensi dunia pendidikan dan dunia kerja,” papar dia.

Untuk itu, menurut Naekma, BNP2TKI senantiasa terbuka untuk berkoordinasi serta bersinergi dengan institusi pemerintah, lembaga pendidikan, pelatihan, dan asosiasi profesi. “BNP2TKI menyadari bahwa tantangan perubahan ini  tidak mudah,” kata dia.

Cara pertama yang dilakukan BNP2TKI untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat adalah lewat pelayanan penempatan dan perlindungan TKI. Dengan harapan pelayanan lebih cepat, terjangkau, profesional, efisiensi, dan transparan, BNP2TKI menyiapkan empat pelayanan dalam jaringaan, yakni Jobsinfo, Sisko  TKLN, crisis center, dan Sipendaki.

Interpretasi saya akan berita diatas adalah

Menurut saya apa yang dikatakan Ibu Naekma adalah benar dan tepat sekali,TKI yang bekerja ke luar negeri harus berbasis kompetensi, sehingga memiliki daya saing, mendapatkan perlindungan hukum, dan menjadikan dirinya bermartabat di negeri orang.  Jangan sampai kita hanya mengirim TKI saja tetapi tidak dilatih terlebih dahulu dan TKI yang sudah dikirim tidak kita jaga dengan  perlindungan hukum.

Tugas Individu Jurnalistik : Tugas #3 “Hard News”

Nama : Rizma Bunga Vania

NPM   :18613017

Kelas  : 2SA06

Dosen : Ibu Dr. Nuriyati Samatan M.Ag

HARD NEWS

Hard news atau disebut juga dengan breaking news, spot news, & straight news secara sederhana bisa didefiniskan sebagai berita penting yang mempunyai dampak yang besar terhadap masyarakat dan disampaikan langsung ke publik. Berbeda dengan soft news, kecepatan waktu adalah faktor utama dalam penulisan hard news; . hard news mempunyai deadline. Berita jenis ini tidak bisa ditunda pemberitaanya karena akan cepat basi dan biasanya ditaruh di halaman utama sebuah surat kabar.

Headline  hard news  bertujuan untuk meyakinkan pesan yang umum dengan kata-kata yang terbatas (biasanya 100-200 kata). Sebuah headline harus bersifat informasional.

Kalimat pertama dalam berita jenis ini atau disebut dengan “lead” bisa dibilang adalah bagian yang paling penting dalam penulisannya. Berdasarkan isi dari lead, seorang pembaca akan menggali lebih dalam atau melanjutkan membaca yang  lain. Oleh karena itu, penulis perlu untuk dapat “mengukir” lead dalam hard news yang ditulisnya,

Aturan dalam membuat lead adalah 5W+1H, who, what, when, where, why + How atau ydalam bahasa Indonesia menjadi “apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana. Semua unsur inilah harus terkandung dalam sebuah hard news. .

Contoh hard news:

*berita diambil dari http://megapolitan.kompas.com/read/2015/10/29/16441531/Teroris.Peras.Mall.Alam.Sutera.dengan.Minta.100.Bitcoin?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp*

Teroris Peras Mall Alam Sutera dengan Minta 100 Bitcoin

Kamis, 29 Oktober 2015 | 16:44 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaku bom Mall Alam Sutera, Leopard Wisnu Kumala (29), bermotif pemerasan. Leopard mengancam manajemen mal dengan bom, dan meminta 100 bitcoin.

“Saya dulu minta 100 bitcoin. Alam Sutera cuma kasih 0,25, sekitar 700.000-an,” kata Leopard dalam rekaman di Jakarta, Rabu (28/10/2015) malam.

Leopard mengakui hal tersebut kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti. Satu bitcoin seharga Rp 3,2 juta.

“Kalau 100, berarti Rp 300 jutaan,” kata Leopard.

Mall Alam Sutera hanya memberinya 0,25 bitcoin. Karena itu, ia meneror mal itu dengan menaruh bom.

Leopard ditangkap setelah menaruh bom yang kemudian meledak di toilet kantin karyawan Mall Alam Sutera, Rabu (28/10/2015).

Ia menaruh bom di pusat perbelanjaan itu sebanyak empat kali, sepanjang Juli hingga Oktober 2015.

Penulis:  Kahfi Dirga Cahya
Editor  : Kistyarini
Berdasarkan contoh hard news diatas, lead dari berita tersebut adalah JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaku bom Mall Alam Sutera, Leopard Wisnu Kumala (29), bermotif pemerasan. Leopard mengancam manajemen mal dengan bom, dan meminta 100 bitcoin.

Tugas Individu Jurnalistik : Tugas #2 “Soft News”

Nama : Rizma Bunga Vania

NPM   :18613017

Kelas  : 2SA06

Dosen : Ibu Dr. Nuriyati Samatan M.Ag

SOFT NEWS

Soft news adalah sebuah jenis berita yang bertujuan untuk menghibur pembacanya. Meskipun istilah soft news awalnya identik dengan fitur cerita yang ditempatkan di surat kabar atau siaran televisi untuk menarik perhatian masyarakat, konsep soft news diperluas ke berbagai media massa yang lebih berpusat dalam menyampaikan berita yang pribadi. Soft news adalah fitur berita yang dimana ketepatan waktu bukanlah faktor utama dalam penulisannya; berita tanpa deadline.

Dari segi bentuknya, soft news masih bisa diperinci lagi menjadi dua, yaitu: news feature dan feature. Feature adalah sejenis tulisan khas yang berbentuk luwes, tahan waktu, menarik, strukturnya tidak kaku, dan biasanya mengangkat aspek kemanusiaan. Panjang tulisan feature bervariasi dan boleh ditulis seberapa panjang pun, sejauh masih menarik. Misalnya, feature tentang kehidupan sehari-hari nelayan di Marunda. Sedangkan news feature adalah feature yang mengandung unsur berita. Misalnya, tulisan yang menggambarkan peristiwa penangkapan seorang pencuri oleh polisi, yang diawali dengan kejar-kejaran, tertangkap, lepas lagi, dan semua liku-liku proses penangkapan itu disajikan secara seru, menarik, dan dramatis, seperti kita menonton film saja.

Contoh Soft News:

*diambil dari http://health.kompas.com/read/2015/10/29/173500923/Tulisan.Tangan.Bisa.Menggambarkan.Kepribadian.Seseorang*

                Tulisan Tangan Bisa Menggambarkan Kepribadian Seseorang

Kamis, 29 Oktober 2015 | 17:35 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Ilmu untuk memelajari tulisan tangan atau grafologi sudah lama dikenal oleh masyarakat. Ilmu ini, biasanya digunakan untuk membaca kepribadian dan karakter seseorang. Mengapa lewat tulisan tangan bisa diketahui karakter atau kepribadian seseorang?

Pakar grafologi Deborah Dewi mengungkapkan, tulisan tangan merupakan hasil interaksi dari banyak struktur dan sirkuit di otak. “Karena semua digerakkan oleh otak, maka tulisan tangan bisa dianalisa untuk melihat kepribadian si penulisnya,” kata Deborah dalam jumpa pers Festival Bohong Indonesia (FBI), di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Penjelasan itu juga menjadi jawaban mengapa seseorang yang tidak memiliki tangan bisa menulis dengan kaki, mulut, dan anggota tubuh lainnya. Deborah mengungkapkan, tulisan merupakan gambar diri seseorang. Emosi seseorang pun bisa dilihat dari tulisan tangan.

Deborah mencontohkan, ia pernah mendapati bentuk dan pola tulisan yang sama pada dua orang dengan perbedaan suku, agama, ras, dan berbeda negara asal. Itu tandanya, kedua orang tersebut memiliki persamaan karakter arau kepribadian.

Membaca tulisan tangan bisa digunakan untuk seleksi tes kerja, memilih asisten rumah tangga yang tepat, dan mengetahui kejujuran seseorang. “Kita jadi tahu, karakter aslinya sama dengan karakter yang ditunjukkan saat wawancara atau tidak? Asisten rumah tangga yang mengaku cinta anak-anak, apa memang iya?” terang Debora.

Meski kita bisa mengubah tulisan tangan suatu waktu, menurut Deborah akan tetap terlihat pola tulisan tangan yang sebenarnya, jika diperhatikan lebih detail. Membaca tulisan tangan juga bisa dilakukan untuk melihat apa yang terjadi dengan anak. Misalnya, apakah anak baru saja menjadi korban bullying atau korban kekerasan seksual.

Namun, untuk mendeteksi kebohongan tidak bisa hanya dengan membaca tulisan tangan. Menurut Deborah, harus ada kolaborasi dengan pakar ilmu deteksi kebohongan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Penulis  : Dian Maharani
Editor    : Bestari Kumala Dewi
Dari contoh soft news diatas, berita tersebut bertujuan untuk mengiformasikan pembaca tentang bagaimana tulisan tangan seseorang bisa  menggambarkan kepribadian seseorang.

Tugas Individu Jurnalistik : Tugas #1 “SEJARAH JURNALISTIK”

Nama : Rizma Bunga Vania

NPM   :18613017

Kelas  : 2SA06

Dosen : Ibu Dr. Nuriyati Samatan M.Ag

SEJARAH JURNALISTIK

 

  1. Asal Muasal Jurnalistik

Asal muasal kata jurnalistik atau jurnalisme berasal dari kata journal, yang artinya catatan harian, atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga berarti suratkabar. Journal berasal dari perkataan latin diurnalis, yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik. Koleksi, persiapan, dan distribusi berita terkait komentar dan fitur melalui media berupa pamflet,, surat kabar, majalah, radio, gambar gerak, televisi, buku, dan blog.

Produk jurnalistik paling awal yang diketahui adalah seorang lembaran beredar di Roma Kuno yang disebut dengan acta diurna. Terbilang bahwa acta diurna muncul sekitar abad 59 SM, acta diurna mencatat acara-acara harian penting, contohnya pidato-pidato. Acta diurna dipublikasikan secara harian di tempat-tempat terkemuka.

Selama Dinasti Tang berlangsung, di Cina, pengadilan bundar yang disebut bao atau “laporan” dikeluarkan oleh pemerintah. Lembaran tersebut muncul di berbagai macam bentuk dan ditulis atas berbagai macam nama yang kurang lebih berkelanjutan sampai akhir Disnasti Qing di tahun 1911. Koran pertama kali yang diterbitkan secara berkala adalah di kota-kota di Jerman dan di Antwerp sekitar 1609. Koran Inggris pertama, Weekly Newes¸ diterbitkan pada tahun 1622. Salah satu koran harian pertama adalah The Daily Courant, terbit tahun 1702.

Pada awalnya terhalang oleh sensor , pajak , pembatasan lainnya yang diterapkan oleh pemerintah , surat kabar di abad ke-18 telah masuk untuk menikmati kebebasan dalam melapor dan fungsi yang sangat diperlukan yang telah dipertahankan sampai hari ini. Berkembangnya permintaan untuk surat kabar menyebabkan persebaran kemampuan baca-tulis dan media pers elektronik menyebabkan sirkulasi harian surat kabar meningkat dari ribuan menjadi ratusan ribuan hingga jutaan.

Majalah, dimana sudah mulai terbit diabad ke-17 mulau menampilkan artikel-artikel untuk mengemukakan pendapat tentang masalah-masalah yang sedang hangat dibicarakan, contohnya seperti Tatler (1709-1711) the Spector (1711-1712). Majalah yang muncul di 1830an adalah majalah yang menargetkan kaum yang lebih luas dan kurang berpendidikan, dan juga majalah ilustrasi dan majalah khusus wanita. Biaya berita skala besar yang terkumpul menyebabkan pembentukan kantor-kantor berita, organisasi yang menjual laporan internasional mereka kepada banyak surat kabar dan majalah.

Penemuan telegraf dan kemudian radio lalu televisi membawa kenaikan yang pesat dalam kecepatan dan ketepatan waktu dalam aktivitas jurnalisme dan dalam weaktu yang bersamaan, menyuguhkan saluran dan penonton dalam jumlah yang sangat besar untuk produk pendistribusian elektronik. Sekitar akhir abad ke-20, satelit-satelit kemudian internet digunakan untuk transmisi informasi jurnalistik jarak jauh.

  1. Asal Muasal Jurnalistik di Indonesia

Sejarah jurnalistik di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari sejarah jurnalistik dunia. Perkembangan jurnalistik di Indonesia juga tidak tipis pengaruhnya dari jurnalisme di negara-negara lain. Perkembangan jurnalistik di Indonesia selalu merekar dengan pemerintahan dan pergolakan politik yang sedang terjadi.

Menurut sejarah, jurnalistik di Indonesia terbagi menjadi 3, yaitu:

a. Pers Kolonial

Pers Kolonial dibangun oleh pemerintahn Belanda di Indonesia. Pada abad ke-18, muncul surat kabar bernama Bataviasche Nouvellesd. Pada tahun 1615 Gubernur Jenderal pertama VOC Jan Piterszoon Coen telah memerintahkan menerbitkan Memorie der Nouvelles, surat kabar yang berupa tulisan tangan. Pada tahun 1810 Gubernur Jenderal Daendels menerbitkan surat kabar mingguan Bataviasche Koloniale Courant yang memuat tentang peraturan-peraturan tentang penempatan jumlah tenaga untuk tata buku, juru cetak, kepala pesuruh dan lain-lain.

Beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan jurnalisme sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah Bintang Timoer, Bintang Barat, Java Bode, Medan Prijaji, dan Java Bode terbit. Medan Priyayi adalah surat kabar pertama yang dimiliki oleh masyarakat pribumi Indonesia, yang didirikan oleh Raden Jokomono atau Tirto Hadi Soewirjo. Oleh sebab itu Raden Jokomono atau Tirto Hadi Soewirjo disebut sebagai tokoh Pemrakarsa Pers Nasional, karena dia adalah orang pertama dari Indonesia yang mampu memprakarsainya dan dimodali oleh modal Nasional.

  1. Pers Cina

Pers Cina adalah pers yang diusahakan oleh orang-orang Cina di Indonesia. Pers Cina meliputi koran-koran, majalah dalam bahasa Cina, Indonesia atau Belanda yang diterbitkan oleh golongan penduduk keturunan Cina

3. Pers Nasional

Pers nasional muncul di abad ke 20 di London dengan nama Medan Priyayi. Didirikan oleh Tirto Hadisuryo atau RadenDjikomono, yang dimaksudkan sebagai arti dari perjuangan dan pergerakan kemerdekaan. Tiro Hadisuryo pada akhirnya dianggap sebagai pioneer gagasan jurnalisme modern di Indonesia

Pada masa pendudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, koran-koran seperti, Bintang Timoer, Bintang Barat, Java Bode, Medan Prijaji, dan Java Bode dilarang. Akan tetapi pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Asia Raja, Tjahaja, Sinar Baru, Sinar Matahari, dan Suara Asia.
Kemerdekaan Indonesia sendiri membawa berkah bagi jurnalisme. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asian Games IV, pemerintah memasukkan proyek televisi. Sejak tahun 1962 inilah Televisi Republik Indonesia muncul dengan teknologi layar hitam putih.
Masa kekuasaan presiden Soeharto, banyak terjadi pembredelan media massa. Kasus Harian Indonesia Raya dan Majalah Tempo merupakan dua contoh  dalam sensor kekuasaan ini. Kontrol ini dipegang melalui Departemen Penerangan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hal inilah yang kemudian memunculkan Aliansi Jurnalis Independen yang mendeklarasikan diri di Wisma Tempo Sirna Galih, Jawa Barat. Beberapa aktivisnya dimasukkan ke penjara.
Titik kebebasan pers mulai terasa lagi saat BJ Habibie menggantikan Soeharto. Banyak media massa yang muncul kemudian dan PWI tidak lagi menjadi satu-satunya organisasi profesi.

Kegiatan jurnalisme diatur dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang dikeluarkan Dewan Pers dan Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 yang dikeluarkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI.