A. Komunikasi Lisan dalam Rapat

Di dalam pertemuan dan rapat diperlukan kesadaran setiap peserta akan posisinya dalam forum tersebut. Hendaknap peserta dapat melakukan hal-hal dibawah ini agar kondisi forum berlangsung dengan kondusif:

  1. Dapat berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab
  2. Dapat sebagai komunikator yang aktif tetapi tidak memonopoli pembicaraan
  3. Dapat sebagai komunikan yang sangat responsif tetapi tidak emosional
  4. Dapat menjadi penyelaras yang bijaksana dan fair tanpa kehilangan pendirian
  5. Dapat mengendalikan diri dan menghindarkan terjadinya debat yang alot dan juga peserta tidak berbicara bertele-tele

B. Komunikasi Lisan dalam Wawancara

Untuk menjadikan sebuah wawancara yang baik, dibutuhkanyya dua pihak yaituu interviewer dan interviewee yang klik dengan satu sama lain. Ada beberap sikap dalam wawancara yang perlu diperhatikan:
1. Fokus pada lawan bicara
2. Fokus pada pembicaraan, tidak ngalor ngidul
3. Tidak memotong pembicaraan
4. Bicara menggunakan intonasi suara yang tidak menjurus ke teriak
5. Sabar
6. Lakukan verifikasi jika ada kekurangan
7. Jangan menyakiti hati responden
8. Hindari bahasa menggurui responden
9. Hindari kata-kata kasar
10. Bersikap ramah
11. Hindari sikap rakus
12. Hindari tatapan yang menyelidik/melotot/clingak-clinguk
13. Mengucapkan kata terima kasih.

C. Komunikasi Lisan dalam Bernegosiasi

Negosiasi, baik yang dilakukan oleh seorang pribadi dengan pribadi lainnya, maupun negosiasi antara kelompok dengan kelompok (atau antar pemerintah), senantiasa melibatkan pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda dalam hal wawasan, cara berpikir, corak perasaan, sikap dan pola perilaku, serta kepentingan dan nilai-nilai yang dianut.Agar dalam berkomunikasi lebih efektif dan mengenai sasaran dalam negoisasi bisnis harus dilaksanakannya beberapa tahap, yakni:

  1. Fact-finding, mencari dan mengumpulkan fakta-fakta atau data yang berhubungan dengan kegiatan bisnis lawan sebelum proses negosiasi dilakukan
  2. Planning / rencana, sebelum bernegosiasi dengan lawan bicara, susunlah terlebih dahulu dalam garis besar pesan yang akan disampaikan
  3. Penyampaian, lakukan negosiasi/sampaikan pesan dalam bahasa lawan/si penerima. Usahakan gunakan istilah khas yang bisa dipakai oleh lawan negosiasi kita. Pilihlah kata-kata yang mencerminkan citra yang spesifik dan nyata. Hindari timbulnya makna ganda terhadap kata yang disampaikan
  4. Umpan balik, negosiator harus menguasai bahasa tubuh pihak lawan. Dengarkan baik-baik reaksi lawan bicara. Amati isyarat prilaku mereka seperti: angkat bahu, geleng–geleng kepala, mencibir, mengaggguk setuju. Umpan balik dapat untuk mengetahui samakah makna yang disampaikan dengan yang ditangkap lawan negosiasi bisnis kita
  5. Evaluasi, diperlukan evalusai untuk menilai apakah tujuan berkomunikasi/ negosiasi sudah tercapai, apakah perlu diadakan lagi, atau perlu menggunakan cara-cara untuk mencapai hasil yang lebih baik.

    Tulisan ini disusun berdasarkan membaca sumber dari:

    1. Buku Komunikasi Bisnis Edisi Ketika oleh Djoko Purwanto
    2. http://www.esaunggul.ac.id/article/komunikasi-dalam-negosiasi-bisnis/

     

    Terimakasih🙂