Nama : Rizma Bunga Vania

NPM   :18613017

Kelas  : 2SA06

Dosen : Ibu Dr. Nuriyati Samatan M.Ag

SOFT NEWS

Soft news adalah sebuah jenis berita yang bertujuan untuk menghibur pembacanya. Meskipun istilah soft news awalnya identik dengan fitur cerita yang ditempatkan di surat kabar atau siaran televisi untuk menarik perhatian masyarakat, konsep soft news diperluas ke berbagai media massa yang lebih berpusat dalam menyampaikan berita yang pribadi. Soft news adalah fitur berita yang dimana ketepatan waktu bukanlah faktor utama dalam penulisannya; berita tanpa deadline.

Dari segi bentuknya, soft news masih bisa diperinci lagi menjadi dua, yaitu: news feature dan feature. Feature adalah sejenis tulisan khas yang berbentuk luwes, tahan waktu, menarik, strukturnya tidak kaku, dan biasanya mengangkat aspek kemanusiaan. Panjang tulisan feature bervariasi dan boleh ditulis seberapa panjang pun, sejauh masih menarik. Misalnya, feature tentang kehidupan sehari-hari nelayan di Marunda. Sedangkan news feature adalah feature yang mengandung unsur berita. Misalnya, tulisan yang menggambarkan peristiwa penangkapan seorang pencuri oleh polisi, yang diawali dengan kejar-kejaran, tertangkap, lepas lagi, dan semua liku-liku proses penangkapan itu disajikan secara seru, menarik, dan dramatis, seperti kita menonton film saja.

Contoh Soft News:

*diambil dari http://health.kompas.com/read/2015/10/29/173500923/Tulisan.Tangan.Bisa.Menggambarkan.Kepribadian.Seseorang*

                Tulisan Tangan Bisa Menggambarkan Kepribadian Seseorang

Kamis, 29 Oktober 2015 | 17:35 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Ilmu untuk memelajari tulisan tangan atau grafologi sudah lama dikenal oleh masyarakat. Ilmu ini, biasanya digunakan untuk membaca kepribadian dan karakter seseorang. Mengapa lewat tulisan tangan bisa diketahui karakter atau kepribadian seseorang?

Pakar grafologi Deborah Dewi mengungkapkan, tulisan tangan merupakan hasil interaksi dari banyak struktur dan sirkuit di otak. “Karena semua digerakkan oleh otak, maka tulisan tangan bisa dianalisa untuk melihat kepribadian si penulisnya,” kata Deborah dalam jumpa pers Festival Bohong Indonesia (FBI), di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Penjelasan itu juga menjadi jawaban mengapa seseorang yang tidak memiliki tangan bisa menulis dengan kaki, mulut, dan anggota tubuh lainnya. Deborah mengungkapkan, tulisan merupakan gambar diri seseorang. Emosi seseorang pun bisa dilihat dari tulisan tangan.

Deborah mencontohkan, ia pernah mendapati bentuk dan pola tulisan yang sama pada dua orang dengan perbedaan suku, agama, ras, dan berbeda negara asal. Itu tandanya, kedua orang tersebut memiliki persamaan karakter arau kepribadian.

Membaca tulisan tangan bisa digunakan untuk seleksi tes kerja, memilih asisten rumah tangga yang tepat, dan mengetahui kejujuran seseorang. “Kita jadi tahu, karakter aslinya sama dengan karakter yang ditunjukkan saat wawancara atau tidak? Asisten rumah tangga yang mengaku cinta anak-anak, apa memang iya?” terang Debora.

Meski kita bisa mengubah tulisan tangan suatu waktu, menurut Deborah akan tetap terlihat pola tulisan tangan yang sebenarnya, jika diperhatikan lebih detail. Membaca tulisan tangan juga bisa dilakukan untuk melihat apa yang terjadi dengan anak. Misalnya, apakah anak baru saja menjadi korban bullying atau korban kekerasan seksual.

Namun, untuk mendeteksi kebohongan tidak bisa hanya dengan membaca tulisan tangan. Menurut Deborah, harus ada kolaborasi dengan pakar ilmu deteksi kebohongan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Penulis  : Dian Maharani
Editor    : Bestari Kumala Dewi
Dari contoh soft news diatas, berita tersebut bertujuan untuk mengiformasikan pembaca tentang bagaimana tulisan tangan seseorang bisa  menggambarkan kepribadian seseorang.