Tugas Individu Jurnalistik: Tugas #5 “Investigasi”

Nama : Rizma Bunga Vania

NPM   :18613017

Kelas  : 2SA06

Dosen : Ibu Dr. Nuriyati Samatan M.Ag

Investigasi

Berita Investigasi

Investigative reporting atau Investigasi News merupakan kegiatan peliputan untuk mencari, menemukan, dan menyampaikan fakta-fakta adanya pelanggaran, kesalahan, penyimpangan, atau kejhatan yang merugikan kepentingan umum dan masyarakat.

Investigative reporting adalah pekerjaan membuka pintu dan mulut yang tertutup rapat,” kata ahli komunikasi William Rivers.

Investigative reporting atau berita investigasi bertujuan mulia, yaitu memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui (people right to know) dari apa yang dirahasiakan oleh pihak-pihak lain yang merugikan kepentingan umum.

Wartawan investigasi dituntut agar mampu melihat celah pelanggaran, menelusurinya dengan energi reportase yang besar, membuat hipotesis, menganalisis, dan pada akhirnya menuliskan laporannya. Jurnalisme investigasi ada ketika terjadi penyimpangan dalam suatu tatanan masyarakat. Pers punya peranan sangat penting untuk dapat menginformasikan peristiwa yang menyimpang itu. Tidak berhenti sampai titik ini, pers juga bisa melangkah jauh mengusut kesalahan, menemukan kebenaran, dan mengadakan perubahan.

Contoh berita Investigasi: *contoh saya ambil dari blog http://jurnalbidandiah.blogspot.co.id/2012/06/reportase-investigasi-brownies-dan-bolu.html *

Reportase Investigasi Brownies dan Bolu Kukus Berbahaya

Sebenarnya brownies adalah kue yang berasal dari kesalahan karena bentuknya yang bantat namun karena memang seperti itu dibuatnya dan rasanya yang enak maka tak heran banyak penggemarnya.
Resep brownies berkembang cukup pesat, mulai dari yang dulunya dipanggang hingga dikukus. Mulai dijadikan cemilan dengan teh hingga untuk makanan siap saji pada waktu acara seperti arisan.
Namun, lagi-lagi ternyata kue ini juga termasuk makanan yang dapat diakali oleh oknum curang yang menambahkan bahan-bahan berbahaya. Ya, di pasaran beredar kue brownies yang mengandung zat berbahaya yang dapat meracuni perut dan otak.
Didalam tayangna tersebut, awalnya kecurigaan muncul tatkala terlihat pada warna kue yang mencolok dan setelah beberapa hari lamanya kue tersebut tak kunjung basi.
Hal tersebut menggiring ke pembuat kue, sebutlah Ijah (Nama Disamarkan).Ternyata benar dugaan bahwa kue yang dibuat Ijah ditambahkan borak/ bleng/ sering disebut pijer.
Borak sejatinya digunakan dalam non pangan seperti anti kecoa, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptik kayu. Bayangkan saja anti kecoa ditambahkan kemakanan????
Kue buatannya  juga diberi pewarna non pangan dan pemanis buatan. Dalam prosesnya Ijah menggunakan telur yang sudah rusak dengan cangkang yang telah pecah yang terkadang sudah mengeluarkan aroma busuk. BAHKAN tak jarang ditemui belatung pada telur yang dibelinya dengan harga 10rb/ kantong besar. Jauh lebih murah memang dibandingkan dengan telur yang masih bagus dengan harga 16 rb/ kg yang hanya berisi 10-12 butir telur.
Selain belatung yang jelas berbahaya, cangkang telur yang telah pecah menyebabkan adanya kontaminasi dengan bakteri lainnya.
Mengenai aroma busuk dari telur yang sudah hampir busuk tersebut Ijah menggunakan essense pada adonan bownies agar bau telur busuk tersebut hilang, sedangkan pada bolu kukus air yang digunakan yaitu air berkarbonasi, demikian yang dituturkan Ijah.
Satu lagi yang mengagetkan saya yaitu dalam proses pembuatan brownies ternyata Ijah sama sekali tidak menggunakan coklat batang. Namun, dia menuju ke toko kosmetik. Bayangkan apa yang dia beli? Dia membeli pewarna rambut coklat untuk kuenya meski namanya brownies coklat.
Sekilas pembuatan kue tersebut sama dengan yang lainnya. Bedanya Ijah menggunakan tambahan zat berbahaya.
Untuk pemanis Ijah menggunakan natrium ciklamat, natrium cikalamat tidak mudah dicerna oleh tubuh, bila dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama maka akan mengendap di tubuh dan dianggap benda asing dan akhirnya dapat memicu sel kanker.
Setelah seluruh proses selesai, Ijah mengedarkan kue  brownies dan bolu kukusnya ke pasar dan mejual ke warung-warung. Tak berapa lama kuenya sudah diserbu dari anak-anak hingga dewasa. Ironisnya, terkadang kue buatannya juga dikonsumsi anak-anaknya sendiri.
Apakah kecurangan oknum dalam pembuatan brownies membuat Anda mencoret kue lezat ini dari daftar makanan yang Anda konsumsi ???
Tidak perlu menghindarinya dan tidak perlu khawatir karena amsih ada pembuat kue yang jujur seperti Elis misalnya. Dia mengutamakan kualitas, bahkan di tokonya biasanya dia akan membuat brownies setelah ada pemesanan, sehingga pembeli dapat membawa brownies dalam keadaan hangat.
Untuk membuktikan penggunaan zat berbahaya tersebut, Tim mengadakan studi kasus kecil di Laboratorium Tek. Pangan Fakultas Teknik Univ. Pasundan.
Dengan kue Ijah sebagai sampel utama dan sampel acak di Pulau Jawa. Hasilnya sampel utama (Ijah) positif mengandung borak dan 4 sampel acak negatif. Untuk pengujian pemakaian pewarna non pangan sampel utama (Ijah) dan 2 dari 4 sampel acak positif mengandung pewarna non pangan.
Selain itu kue Ijah mengandung mikroorganisme yang melebihi batas Standar Nasional yaitu
1×102 koloni/ gram diduga berasal dari telur berbelatung yang digunakan Ijah.
Salmonella adalah yang paling terdapat pada proses pembuatan makanan yang tidak hygienis.   
Berikut tips membedakan Kue yang sehat dan berbahaya

Brownies/ Bolu Kukus Baik/sehat Brownies/ Bolu Kukus Berbahaya
Brownies memiliki tekstur yang lembut Teksturnya keras
Brownies kukus 2-3 hari akan basi Tidak basi hingga seminggu
Aroma coklat kuat

Warna tidak terlalu mencolok

Bolu kukus tidak terlalu mekar/ berlebihan

Bolu kukus bertekstur tidak terlalu lembut/ lemas

Aroma coklat tidak terlalu kuat

Warna mencolok

Bolu kukus terlalu mekar/ berlebihan

Bolu kukus bertekstur terlalu lembut/ lemas

Contoh lainnya mungkin yang paling familiar diketahui banyak orang adalah tayangan program berita Investigasi di salah satu televisi nasional. Program tersebut menyelidiki investigasi-investigasi yang berbeda disetiap episode-nya. Pada tayangan tersebut, pelaku dari sebuah kasus yang di invetigasi juga diwawancarai dengan nama yang disamarkan.

Tugas Individu Jurnalistik : Tugas #4 “Laporan Interpretatif”

Nama : Rizma Bunga Vania

NPM   :18613017

Kelas  : 2SA06

Dosen : Ibu Dr. Nuriyati Samatan M.Ag

LAPORAN INTERPRETATIF

Berita Interpretatif

Istilah interpretative mulai dikenal didunia jurnalistik ketika Curtis D. MacDougall dari Northwestern University, Amerika, menulis buku berjudul Interpretative Reporting (1938). Sejak itulah istilah interpretative diterapkan untuk jenis reportase yang menempatkan berita “dalam konteks.”

Dalam berita interpretatif seorang wartawan harus berfikir layakanya ilmuan yang akan meneliti sebuah permasalahan. Wartawan harus memiliki kesimpulan atau kecurigaan awal tentang sebuah peristiwa. Kita mesti skeptis terhadap sebuah peristiwa. Peristiwa pasti terkait dengan sesuatu yang lebih besar dan penting. Dari kecurigaan tersebut wartawan mengumpulkan informasi sebagai bahan pembuktian. Informasi tersebut adalah hasil wawancara dengan narasumber, data-data, maupun pengamatan indrawi si wartawan. Setelah itu, informasi yang terhimpun disusun dalam sebuah berita.

Contoh berita interpretatif:

*contoh saya  ambil dari artikel di Kompas.com tanggal 13 November 2015 yang berjudul: “Kerja di Luar Negeri, Basisnya Mutlak Kompetensi”                         Link: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/11/13/122947126/Kerja.di.Luar.Negeri.Basisnya.Mutlak.Kompetensi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp *

KOMPAS.com—Besarnya peluang untuk bekerja di luar negeri mengharuskan Indonesia menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Kompetensi sesuai kebutuhan pasar di luar negeri akan menjadi bekal Tenaga Kerja Indonesia (TKI), termasuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah menjelang penerapannya pada akhir 2015.

“TKI yang bekerja ke luar negeri harus berbasis kompetensi, sehingga memiliki daya saing,  mendapatkan perlindungan hukum, dan menjadikan dirinya bermartabat di negeri orang,” ujar Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN) I Badan nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Naekma, Kamis (12/11/2015).

Dalam sambutan untuk wisuda STMIK Bina Sarana Global, Tangerang, Naekma juga berkali-kali dia menekankan bila ada alumnus hendak bekerja di luar negeri harus mengoptimalkan peluang berdasarkan kompetensi unggul.

“Peluang tersebut membawa banyak manfaat. Di antaranya, membuka akses informasi untuk bekerja ke luar negeri, peningkatan pendidikan masyarakat, penambahan pengalaman dan meningkatkan wawasan,” lanjut Naekma.

Selain itu, bekerja di luar negeri menjadi peluang untuk memperoleh keterampilan baru dan brain gain, sekaligus menjadi duta kebudayaan. MEA, imbuh Naekma, menandai babak baru sejarah integrasi  ekonomi di Kawasan Asia Tenggara dan langkah awal bagi Indonesia mempersiapkan diri menjadi pemain global.

“Tidak mudah bagi BNP2TKI menjawab tantangan global terhadap ketersediaan kompetensi sertifikasi profesi nasional maupun internasional. Oleh karena itu besar harapan kami  kepada para wisudawan dan wisudawati untuk tidak berhenti disini saja, tetapi terus memacu diri untuk selalu meningkatan kompetensi diri,” tambah Naekma.

Kompetensi, imbuh Naekma, juga tetap dibutuhkan untuk bekerja di dalam negeri. “Kita harus berjuang bersama–sama memajukan negeri ini dalam membangun ‘Indonesia in Corporated’. Kita tunjukan kompetensi anak–anak bangsa ke kancah internasional melalui penyelarasan kompetensi dunia pendidikan dan dunia kerja,” papar dia.

Untuk itu, menurut Naekma, BNP2TKI senantiasa terbuka untuk berkoordinasi serta bersinergi dengan institusi pemerintah, lembaga pendidikan, pelatihan, dan asosiasi profesi. “BNP2TKI menyadari bahwa tantangan perubahan ini  tidak mudah,” kata dia.

Cara pertama yang dilakukan BNP2TKI untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat adalah lewat pelayanan penempatan dan perlindungan TKI. Dengan harapan pelayanan lebih cepat, terjangkau, profesional, efisiensi, dan transparan, BNP2TKI menyiapkan empat pelayanan dalam jaringaan, yakni Jobsinfo, Sisko  TKLN, crisis center, dan Sipendaki.

Interpretasi saya akan berita diatas adalah

Menurut saya apa yang dikatakan Ibu Naekma adalah benar dan tepat sekali,TKI yang bekerja ke luar negeri harus berbasis kompetensi, sehingga memiliki daya saing, mendapatkan perlindungan hukum, dan menjadikan dirinya bermartabat di negeri orang.  Jangan sampai kita hanya mengirim TKI saja tetapi tidak dilatih terlebih dahulu dan TKI yang sudah dikirim tidak kita jaga dengan  perlindungan hukum.

Tugas Individu Jurnalistik : Tugas #3 “Hard News”

Nama : Rizma Bunga Vania

NPM   :18613017

Kelas  : 2SA06

Dosen : Ibu Dr. Nuriyati Samatan M.Ag

HARD NEWS

Hard news atau disebut juga dengan breaking news, spot news, & straight news secara sederhana bisa didefiniskan sebagai berita penting yang mempunyai dampak yang besar terhadap masyarakat dan disampaikan langsung ke publik. Berbeda dengan soft news, kecepatan waktu adalah faktor utama dalam penulisan hard news; . hard news mempunyai deadline. Berita jenis ini tidak bisa ditunda pemberitaanya karena akan cepat basi dan biasanya ditaruh di halaman utama sebuah surat kabar.

Headline  hard news  bertujuan untuk meyakinkan pesan yang umum dengan kata-kata yang terbatas (biasanya 100-200 kata). Sebuah headline harus bersifat informasional.

Kalimat pertama dalam berita jenis ini atau disebut dengan “lead” bisa dibilang adalah bagian yang paling penting dalam penulisannya. Berdasarkan isi dari lead, seorang pembaca akan menggali lebih dalam atau melanjutkan membaca yang  lain. Oleh karena itu, penulis perlu untuk dapat “mengukir” lead dalam hard news yang ditulisnya,

Aturan dalam membuat lead adalah 5W+1H, who, what, when, where, why + How atau ydalam bahasa Indonesia menjadi “apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana. Semua unsur inilah harus terkandung dalam sebuah hard news. .

Contoh hard news:

*berita diambil dari http://megapolitan.kompas.com/read/2015/10/29/16441531/Teroris.Peras.Mall.Alam.Sutera.dengan.Minta.100.Bitcoin?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp*

Teroris Peras Mall Alam Sutera dengan Minta 100 Bitcoin

Kamis, 29 Oktober 2015 | 16:44 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaku bom Mall Alam Sutera, Leopard Wisnu Kumala (29), bermotif pemerasan. Leopard mengancam manajemen mal dengan bom, dan meminta 100 bitcoin.

“Saya dulu minta 100 bitcoin. Alam Sutera cuma kasih 0,25, sekitar 700.000-an,” kata Leopard dalam rekaman di Jakarta, Rabu (28/10/2015) malam.

Leopard mengakui hal tersebut kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti. Satu bitcoin seharga Rp 3,2 juta.

“Kalau 100, berarti Rp 300 jutaan,” kata Leopard.

Mall Alam Sutera hanya memberinya 0,25 bitcoin. Karena itu, ia meneror mal itu dengan menaruh bom.

Leopard ditangkap setelah menaruh bom yang kemudian meledak di toilet kantin karyawan Mall Alam Sutera, Rabu (28/10/2015).

Ia menaruh bom di pusat perbelanjaan itu sebanyak empat kali, sepanjang Juli hingga Oktober 2015.

Penulis:  Kahfi Dirga Cahya
Editor  : Kistyarini
Berdasarkan contoh hard news diatas, lead dari berita tersebut adalah JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaku bom Mall Alam Sutera, Leopard Wisnu Kumala (29), bermotif pemerasan. Leopard mengancam manajemen mal dengan bom, dan meminta 100 bitcoin.

Tugas Individu Jurnalistik : Tugas #2 “Soft News”

Nama : Rizma Bunga Vania

NPM   :18613017

Kelas  : 2SA06

Dosen : Ibu Dr. Nuriyati Samatan M.Ag

SOFT NEWS

Soft news adalah sebuah jenis berita yang bertujuan untuk menghibur pembacanya. Meskipun istilah soft news awalnya identik dengan fitur cerita yang ditempatkan di surat kabar atau siaran televisi untuk menarik perhatian masyarakat, konsep soft news diperluas ke berbagai media massa yang lebih berpusat dalam menyampaikan berita yang pribadi. Soft news adalah fitur berita yang dimana ketepatan waktu bukanlah faktor utama dalam penulisannya; berita tanpa deadline.

Dari segi bentuknya, soft news masih bisa diperinci lagi menjadi dua, yaitu: news feature dan feature. Feature adalah sejenis tulisan khas yang berbentuk luwes, tahan waktu, menarik, strukturnya tidak kaku, dan biasanya mengangkat aspek kemanusiaan. Panjang tulisan feature bervariasi dan boleh ditulis seberapa panjang pun, sejauh masih menarik. Misalnya, feature tentang kehidupan sehari-hari nelayan di Marunda. Sedangkan news feature adalah feature yang mengandung unsur berita. Misalnya, tulisan yang menggambarkan peristiwa penangkapan seorang pencuri oleh polisi, yang diawali dengan kejar-kejaran, tertangkap, lepas lagi, dan semua liku-liku proses penangkapan itu disajikan secara seru, menarik, dan dramatis, seperti kita menonton film saja.

Contoh Soft News:

*diambil dari http://health.kompas.com/read/2015/10/29/173500923/Tulisan.Tangan.Bisa.Menggambarkan.Kepribadian.Seseorang*

                Tulisan Tangan Bisa Menggambarkan Kepribadian Seseorang

Kamis, 29 Oktober 2015 | 17:35 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Ilmu untuk memelajari tulisan tangan atau grafologi sudah lama dikenal oleh masyarakat. Ilmu ini, biasanya digunakan untuk membaca kepribadian dan karakter seseorang. Mengapa lewat tulisan tangan bisa diketahui karakter atau kepribadian seseorang?

Pakar grafologi Deborah Dewi mengungkapkan, tulisan tangan merupakan hasil interaksi dari banyak struktur dan sirkuit di otak. “Karena semua digerakkan oleh otak, maka tulisan tangan bisa dianalisa untuk melihat kepribadian si penulisnya,” kata Deborah dalam jumpa pers Festival Bohong Indonesia (FBI), di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Penjelasan itu juga menjadi jawaban mengapa seseorang yang tidak memiliki tangan bisa menulis dengan kaki, mulut, dan anggota tubuh lainnya. Deborah mengungkapkan, tulisan merupakan gambar diri seseorang. Emosi seseorang pun bisa dilihat dari tulisan tangan.

Deborah mencontohkan, ia pernah mendapati bentuk dan pola tulisan yang sama pada dua orang dengan perbedaan suku, agama, ras, dan berbeda negara asal. Itu tandanya, kedua orang tersebut memiliki persamaan karakter arau kepribadian.

Membaca tulisan tangan bisa digunakan untuk seleksi tes kerja, memilih asisten rumah tangga yang tepat, dan mengetahui kejujuran seseorang. “Kita jadi tahu, karakter aslinya sama dengan karakter yang ditunjukkan saat wawancara atau tidak? Asisten rumah tangga yang mengaku cinta anak-anak, apa memang iya?” terang Debora.

Meski kita bisa mengubah tulisan tangan suatu waktu, menurut Deborah akan tetap terlihat pola tulisan tangan yang sebenarnya, jika diperhatikan lebih detail. Membaca tulisan tangan juga bisa dilakukan untuk melihat apa yang terjadi dengan anak. Misalnya, apakah anak baru saja menjadi korban bullying atau korban kekerasan seksual.

Namun, untuk mendeteksi kebohongan tidak bisa hanya dengan membaca tulisan tangan. Menurut Deborah, harus ada kolaborasi dengan pakar ilmu deteksi kebohongan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Penulis  : Dian Maharani
Editor    : Bestari Kumala Dewi
Dari contoh soft news diatas, berita tersebut bertujuan untuk mengiformasikan pembaca tentang bagaimana tulisan tangan seseorang bisa  menggambarkan kepribadian seseorang.

Tugas Individu Jurnalistik : Tugas #1 “SEJARAH JURNALISTIK”

Nama : Rizma Bunga Vania

NPM   :18613017

Kelas  : 2SA06

Dosen : Ibu Dr. Nuriyati Samatan M.Ag

SEJARAH JURNALISTIK

 

  1. Asal Muasal Jurnalistik

Asal muasal kata jurnalistik atau jurnalisme berasal dari kata journal, yang artinya catatan harian, atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga berarti suratkabar. Journal berasal dari perkataan latin diurnalis, yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik. Koleksi, persiapan, dan distribusi berita terkait komentar dan fitur melalui media berupa pamflet,, surat kabar, majalah, radio, gambar gerak, televisi, buku, dan blog.

Produk jurnalistik paling awal yang diketahui adalah seorang lembaran beredar di Roma Kuno yang disebut dengan acta diurna. Terbilang bahwa acta diurna muncul sekitar abad 59 SM, acta diurna mencatat acara-acara harian penting, contohnya pidato-pidato. Acta diurna dipublikasikan secara harian di tempat-tempat terkemuka.

Selama Dinasti Tang berlangsung, di Cina, pengadilan bundar yang disebut bao atau “laporan” dikeluarkan oleh pemerintah. Lembaran tersebut muncul di berbagai macam bentuk dan ditulis atas berbagai macam nama yang kurang lebih berkelanjutan sampai akhir Disnasti Qing di tahun 1911. Koran pertama kali yang diterbitkan secara berkala adalah di kota-kota di Jerman dan di Antwerp sekitar 1609. Koran Inggris pertama, Weekly Newes¸ diterbitkan pada tahun 1622. Salah satu koran harian pertama adalah The Daily Courant, terbit tahun 1702.

Pada awalnya terhalang oleh sensor , pajak , pembatasan lainnya yang diterapkan oleh pemerintah , surat kabar di abad ke-18 telah masuk untuk menikmati kebebasan dalam melapor dan fungsi yang sangat diperlukan yang telah dipertahankan sampai hari ini. Berkembangnya permintaan untuk surat kabar menyebabkan persebaran kemampuan baca-tulis dan media pers elektronik menyebabkan sirkulasi harian surat kabar meningkat dari ribuan menjadi ratusan ribuan hingga jutaan.

Majalah, dimana sudah mulai terbit diabad ke-17 mulau menampilkan artikel-artikel untuk mengemukakan pendapat tentang masalah-masalah yang sedang hangat dibicarakan, contohnya seperti Tatler (1709-1711) the Spector (1711-1712). Majalah yang muncul di 1830an adalah majalah yang menargetkan kaum yang lebih luas dan kurang berpendidikan, dan juga majalah ilustrasi dan majalah khusus wanita. Biaya berita skala besar yang terkumpul menyebabkan pembentukan kantor-kantor berita, organisasi yang menjual laporan internasional mereka kepada banyak surat kabar dan majalah.

Penemuan telegraf dan kemudian radio lalu televisi membawa kenaikan yang pesat dalam kecepatan dan ketepatan waktu dalam aktivitas jurnalisme dan dalam weaktu yang bersamaan, menyuguhkan saluran dan penonton dalam jumlah yang sangat besar untuk produk pendistribusian elektronik. Sekitar akhir abad ke-20, satelit-satelit kemudian internet digunakan untuk transmisi informasi jurnalistik jarak jauh.

  1. Asal Muasal Jurnalistik di Indonesia

Sejarah jurnalistik di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari sejarah jurnalistik dunia. Perkembangan jurnalistik di Indonesia juga tidak tipis pengaruhnya dari jurnalisme di negara-negara lain. Perkembangan jurnalistik di Indonesia selalu merekar dengan pemerintahan dan pergolakan politik yang sedang terjadi.

Menurut sejarah, jurnalistik di Indonesia terbagi menjadi 3, yaitu:

a. Pers Kolonial

Pers Kolonial dibangun oleh pemerintahn Belanda di Indonesia. Pada abad ke-18, muncul surat kabar bernama Bataviasche Nouvellesd. Pada tahun 1615 Gubernur Jenderal pertama VOC Jan Piterszoon Coen telah memerintahkan menerbitkan Memorie der Nouvelles, surat kabar yang berupa tulisan tangan. Pada tahun 1810 Gubernur Jenderal Daendels menerbitkan surat kabar mingguan Bataviasche Koloniale Courant yang memuat tentang peraturan-peraturan tentang penempatan jumlah tenaga untuk tata buku, juru cetak, kepala pesuruh dan lain-lain.

Beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan jurnalisme sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah Bintang Timoer, Bintang Barat, Java Bode, Medan Prijaji, dan Java Bode terbit. Medan Priyayi adalah surat kabar pertama yang dimiliki oleh masyarakat pribumi Indonesia, yang didirikan oleh Raden Jokomono atau Tirto Hadi Soewirjo. Oleh sebab itu Raden Jokomono atau Tirto Hadi Soewirjo disebut sebagai tokoh Pemrakarsa Pers Nasional, karena dia adalah orang pertama dari Indonesia yang mampu memprakarsainya dan dimodali oleh modal Nasional.

  1. Pers Cina

Pers Cina adalah pers yang diusahakan oleh orang-orang Cina di Indonesia. Pers Cina meliputi koran-koran, majalah dalam bahasa Cina, Indonesia atau Belanda yang diterbitkan oleh golongan penduduk keturunan Cina

3. Pers Nasional

Pers nasional muncul di abad ke 20 di London dengan nama Medan Priyayi. Didirikan oleh Tirto Hadisuryo atau RadenDjikomono, yang dimaksudkan sebagai arti dari perjuangan dan pergerakan kemerdekaan. Tiro Hadisuryo pada akhirnya dianggap sebagai pioneer gagasan jurnalisme modern di Indonesia

Pada masa pendudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, koran-koran seperti, Bintang Timoer, Bintang Barat, Java Bode, Medan Prijaji, dan Java Bode dilarang. Akan tetapi pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Asia Raja, Tjahaja, Sinar Baru, Sinar Matahari, dan Suara Asia.
Kemerdekaan Indonesia sendiri membawa berkah bagi jurnalisme. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asian Games IV, pemerintah memasukkan proyek televisi. Sejak tahun 1962 inilah Televisi Republik Indonesia muncul dengan teknologi layar hitam putih.
Masa kekuasaan presiden Soeharto, banyak terjadi pembredelan media massa. Kasus Harian Indonesia Raya dan Majalah Tempo merupakan dua contoh  dalam sensor kekuasaan ini. Kontrol ini dipegang melalui Departemen Penerangan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hal inilah yang kemudian memunculkan Aliansi Jurnalis Independen yang mendeklarasikan diri di Wisma Tempo Sirna Galih, Jawa Barat. Beberapa aktivisnya dimasukkan ke penjara.
Titik kebebasan pers mulai terasa lagi saat BJ Habibie menggantikan Soeharto. Banyak media massa yang muncul kemudian dan PWI tidak lagi menjadi satu-satunya organisasi profesi.

Kegiatan jurnalisme diatur dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang dikeluarkan Dewan Pers dan Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 yang dikeluarkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI.

Tugas Softskill Kewirausahaan: Tugas #2 “Apakah kesalahan dalam pemasaran dapat memicu kepailitan?”

Nama : Rizma Bunga Vania
NPM : 18613017
Kelas : 2SA06
Mata Kuliah : Kewirausahaan
Nama Dosen : ENYFIANI ANANTA WIN

Apakah salah pemasaran dapat memicu kepailitan?

Menurut saya, pemasaran yang buruk adalah jelas salah satu faktor pemicu kebangkrutan. Contoh pertama yang saya ambil adalah bisnis sablon baju. Sablon baju yang juga merangkap sablon stiker & spanduk. Saya pikir usaha sablon baju akan menarik calon banyak pelanggan jika, dipasarkan dengan cara;
a)membuat banner dengan design yang menarik– warna banner yang tidak kelihatan norak & murah,

b)menggunakan jenis huruf yang “tidak biasa”– bukan jenis huruf seperti Times New Roman atau Comic Sans,

c) memperhitungkan seberapa banyak kata yang dipakai– sebagai orang awam, saya sering kali dibuat pusing jika melihat banner yang terlalu “rame”.
Contohnya, sebuah banner bisnis sablon baju terlalu memfokuskan jenis barang apa saja yang disablon, hingga mengesampingkan dimana alamat tempat sablon tersebut dengan cara memperkecil huruf-hurufnya.

Kalu dipasarkan dengan cara yang sebaliknya, bisnis sablon tersebut pun akan sepi pelanggan dan pada akhirnya memutuskan gulung tikar.

Kesimpulannya adalah jika seseorang tidak mempunyai strategi pemasaran atau promosi yang baik alias tidak pintar menyiasati memasarkannya, tentu apapun yang dia jual akan tidak laku. Mungkin tetap laku, tetapi tidak selaku “lapak sebelah” yang memasarkan barangnya dengan cermat. Hal ini tentu adalah pemicu kepailitan.

Terimakasih. ☺

Tugas Softskill Kewirausahaan: Tugas #1 “Softskill Yang Kita Miliki”

Nama : Rizma Bunga Vania
NPM : 18613017
Kelas : 2SA06
Mata Kuliah : Kewirausahaan
Nama Dosen : ENYFIANI ANANTA WIN

Softskill yang saya miliki sejauh ini, diantaranya:

1. Etos Kerja yang Kuat & Profesionalisme

Saya akan menyelesaikan tugas atau pekerjaan saya, no matter what. Saya bukan tipe orang yang suka melihat orang lain yang ketika mereka belum menyelesaikan pekerjaanya, menggunakan banyak sekali alasan. Maka dari itu, saya sangat menghindari untuk tidak menyelesaikan apa yang orang lain berikan untuk saya kerjakan.

2. Komitmen

Salah satu softskill yang menurut saya semua orang harus miliki. Kalau sudah bilang “Ya, saya bisa selesaikan dalam 3 minggu”, maka harus benar-benar selesai dalam 3 minggu– tidak lebih sehari, tidak kurang sehari. Sebuah titik awal orang lain bisa menaruh kepercayaan pada saya.

3. Sikap Positif

Ini jjuga sangat penting. Saya orang yang sangat menjauhi apapun itu yang “menularkan” saya kenegatifan. Kenegatifan membuat saya tidak bersemangat, dan membuat yang memang tidak ada ada di pikiran, malah menjadi ada. Itulah mengapa saya wajib berada di keadaan dimana pikiran bersih dari hal-hal “nggak penting”

4. Kepercayaan Diri

Ada sebuah kutipan yang sampai sekarang menjadi andalan saya ketika saya meragukan diri saya, “Believe you can and you’re halfway there”. Dimulai dari mengingat dan mengucapkan kalimat itu, saya menumbuhkan kepercayaan diri dan optimisme saya juga bahwa saya bisa.

5. Kemampuan Berkomunikasi

Kemampuan berkomunikasi saya jauh dari kata “baik”. Saya baik dalam hal  “mendengarkan” tapi saya kurang dalam mampu “menyampaikan”. Maka dari itu, sampai sekarang saya terus berlatih melalui menulis di social media atau berlatih di depan kaca dan selalu mencoba untuk  “tidak menolak” untuk presentasi di depan kelas. Karena saya yakin, itu bisa membantu saya.

6. Bekerjasama dan Memimpin

Saya bisa “menyuruh” dan saya bisa “disuruh”. Sering saya mendapatkan posisi “menyuruh”. Jika saya dan teman-teman mendapatkan tugas kelompok, yang saya tanamkan di pikiran saya pertama kali adalah “Kelompok saya harus sempurna”.  Mengapa sempurna? Dengan saya mematok target “sempurna” itu sendiri, saya rasa hasil yang dikerjakan tidak akan jelek. Saya percaya diri untuk bilang “saya mempunyai banyak ide kreatif, jalanin yuk.” dan saya ingin orang-orang dalam kelompok saya mempunyai pemikiran yang sama juga.

7. Adaptability

Menyesuaikan terhadap situasi dan ide-ide baru? Saya sangat terbuka dengan hal itu. Bagi introvert seperti saya, mungkin tidak bisa langsung “klop” dengan situasi baru, tapi di waktu yang bersamaan saya juga menyukai hal-hal baru. Jadi diperlukan waktu untuk saya bisa beradapatasi dengan lingkungan baru tersebut.

8. Kesabaran

Semua hal butuh proses. Saya percaya akan proses. Bersabar untuk menunggu proses membawa saya kepada hal-hal yang saya tidak duga akan terjadi.  Hal-hal yang baik, tentunya

9. Kemampuan Menyelesaikan Masalah

Untuk soft skill yang ini, saya belajar banyak dari kehidupan sehari-hari. Dari teman-teman yang meminta saran, saya rasa semua orang mesti mempunyai soft skill ini.

10. Kebaikan / Kindness

Saya tidak tahu ini bisa dimasukkan kedalam kategori soft skill atau tidak, tapi ini yang saya rasa harus ada. Saya tidak membicarakan kebaikan yang dilakukan oleh Oprah Winfrey, melainkan kebaikan dari hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari. Every little thing matters, itulah motto saya. Dengan mempunyai niat untuk selalu berbuat baik dan menjalankannya, saya percaya ini salah satu kunci yang bisa membuat mampu untuk menjalani kehidupan yang baik. Menjadi sumber untuk bersabar, beradaptasi, berkomunikasi dengan baik, dan sikap yang positif. Dengan begitu, saya menjalani segala sesuatu terasa “lebih mudah”.

“Apa yang saya tanam, akan saya tuai.”

Sekian dan terimakasih. :)

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar: Tugas #9 Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

Nama : Rizma Bunga Vania
NPM : 18613017
Kelas : 2SA06
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Nama Dosen : Ibu Adhita Anna Syarof

I.

1. Ilmu Pengetahuan
-> Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang kita dapatkan yang tersimpan di dalam memori kita dari berbagai macam hal yang kita lihat dan dengar yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

2. Teknologi
-> Teknologi adalah salah satu hal terbaik di dunia ini; adalah sarana yang diciptakan untuk melangsungkan dan memudahkan kehidupan manusia di jaman yang makin modern ini.

3. Ciri-ciri Fenomena Teknik Masyarakat
-> 1.Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah..
3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis.Teknik berkembang pada suatu kebudayaan.
4.Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
5. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.
6. Otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.

4. Ciri-ciri Teknologi Barat
-> a. Bersifat Intensif pada semua kegiatan manusia.
b. Cenderung bersifat ketergantungan.
c. Selalu berpikir bahwa barat adalah pusat dari segala teknologi.

Sumber poin no. 3&4: Terimakasih kepada https://ciptadestiara.wordpress.com/category/ciri-ciri-fenomena-teknik/

5. Pengertian Kemiskinan
-> Kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu menghasilkan pendapatan sehingga ia tidak dapat membeli kebutuhan sandang, pangan, dan papan dan mempunyai kehidupan yang layak.

6. Ciri-ciri Manusia yang Hidup di Garis Bawah Kemiskinan
-> 1. Tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan, dll.
2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usah.
3. Tingkat pendidikan yang rendah, tidak sampai tamat sekolah dasar karena harus membantu orang tua mencari tambahan penghasilan.
4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas (serabutan) berusaha apa saja.
5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai keterampilan.

Sumber: Terimakasih kepada https://mfaisalkemal.wordpress.com/2012/12/24/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan-serta-agama-dan-masyarakat/

II. Tentang Teknologi Barat dan Timur
Barat:
Teknologi yang mereka punya sangatlah canggih dan modern. mereka sudah bisa melakukan sesuatu secara instant, cepat dan tepat. Bahkan dari fasilitas, mereka selalu memberikan layanan yang terbaik untuk para penikmatnya. Dari segi Transportasi, Hotel, dll

Timur:
Orang timur cenderung masih memakai apa yang diajarkan nenek moyangnya dulu. Mereka masih mempelajari ilmu dari turun temurun. Masih memakai cara tradisional untuk hal teknologi.
Untuk fasilitas, masih sangat tertinggal dari budaya barat.

Sumber: Terimakasih kepada http://www.kaskus.co.id/thread/51ac15e9be29a0ae76000006/perbedaan-orang-timur-dan-barat

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar: Tugas #8 Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Nama : Rizma Bunga Vania
NPM : 18613017
Kelas : 2SA06
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Nama Dosen : Ibu Adhita Anna Syarof

I.

1. Perbedaan Kepentingan
-> Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Dengan berpegang prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut.
Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya.
Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
1. kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
2. kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
3. kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
4. kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
5. kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
6. kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya
7. kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
8. kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.

Sumber: Terimakasih kepada https://akhman.wordpress.com/2012/01/04/perbedaan-kepentingan/

2. Diskriminasi dan Ethnosentris
-> a. Diskriminasi: tindakan yang memperlakukan satu orang atau satu kelompok secara kurang adil atau kurang baik daripada orang atau kelompok yang lain. Diskriminasi dapat bersifat langsung atau tidak langsung dan didasarkan pada faktor-faktor yang sama seperti premanisme dan pelecehan.
Diskriminasi dapat dilakukan oleh individu, kelompok, atau kebijakan dan praktik organisasi.
b. Etnosentris: suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung, tidak luwes.

Sumber: Terimakasih kepada http://www.cicak2.com.au/index.php?r=article/view&id=474
https://nathaniaseptavy.wordpress.com

3. Pertentangan dan Ketegangan dalam Masyarakat
-> Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan ciri-ciri dari situasi konflik yaitu :
1. Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat didalam konflik
2. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
3.Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.

Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang paling kecil yaitu individu,sampai kepada lingkungan yang luas yaitu masyarakat.
Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian, atau emosi emosi dan dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang
Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan-perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan norma-norma, motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.
Pada taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan di antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai an norma-norma kelompok yang bersangkutan berbeda.Perbedan-perbedaan dalam nilai, tujuan dan norma serta minat, disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman hidup dan sumber-sumber sosio-ekonomis didalam suatu kebudayaan tertentu dengan yang aa dalam kebudayaan-kebudayaan lain.

Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :
1.Elimination; yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yagn diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri
2. Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya
3. Majority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4. Minority Consent; artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama
5. Compromise; artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
6. Integration; artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak

4. Golongan-golongan yang Berbeda dan Integrasi Sosial
-> Masyarakat indonesia adalah masyarakat yang majemuk, msyarakat majemuk itu di persatukan oleh sistim nasional negara indonesia.aspek” kemasyarakatann yang mempersatukannya antara lain :
1. Suku bangsa dan kebudayaannya
2. Agama.
3. Bahasa,
4. Nasion Indonesia

Integrasi
Masalah besar yang di hadapi indonesia adalah sulitnya itegrasi antara 1 dengan yang lainnya. masyarakat” yang ada di indonesia mereka tetap hidup berdampingan pada kemajemukannya,
berikut adalah beberapa variabel yang dapat menghambat integrasi :
1. Klaim/Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang di anggap sebagai miliknya
2. Isu asli tidak asli berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara indonesia asli dengan keturunan lain
3. agama, sentimen agama dapat di gerakkan untuk mempertajam kesukuan.
4. prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang golongan tertentuk.

Dalam hal ini masyarakat indonesia seringkali terhambat integrasinya karena variabel variabel yang di sebutkan di atas. masyarakat indonesia pada umumnya masih sulit untuk menerima sesuatu yang baru ataupun yang berbeda dengan yang biasa ia temukan. misalnya saja antar agama masih sering terjadi permusuhan/ sering terjadi perang agama di desa-desa yang berada di pulau jawa. hal tersebut menunjukkan bahwa betapa sulitnya bagi mereka untuk berintegrasi tanpa menyangkut pautkan variabel-variabel yang ada di atas tadi..

Sumber poin no. 3&4: Terimakasih kepada http://v-ixio.blogspot.com/2013/01/pertentangan-sosial-dan-integrasi.html

5. Integrasi Nasional
-> Integrasi nasional mempunyai dua pengertian dasar,yakni integrasi dan nasional.Integrasi berasal dari kata Latin yakni integrate yang berarti memberi tempat dalam suatu keseluruhan.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,integrasi berarti pembauran hingga menjadi kesatuan yang bulat dan utuh.
Kata Nasional berasal dari kata nation (Inggris) yang berarti bangsa.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,Integrasi nasional mempunyai arti sebagai berikut:
a. Secara politis,integrasi berarti proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.
b. Secara antropologis,integrasi berarti proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat.

Sumber: Terimakasih kepada http://pendididi.blogspot.com/2013/10/pengertian-integrasi-nasional.html

A suck finale, Homeland. Your worst season finale yet. You let everybody down. :( That was not something you could give your viewers as a finale, that was something you could give us as part of early episodes of the season.
I really do hope my dissapointment will be paid off next year. Come on, dear writers. Get the show its groove back.

View on Path

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.