[BAB XIII] Komunikasi Bisnis – Komunikasi dalam Tulisan

A. Penulisan Kabar atau Berita

Penulisan kabar atau berita di media cetak harus  mengandungv pertanyaan 5W+1H, yang berarti   Who, What, When, Where, Why, How.

  1. What = Apa berita yang diangkat
  2. Who = Siapa tokoh dalam berita atau peristiwa yang diangkat
  3. When = Kapan terjadinya berita yang diangkat
  4. Where = Dimana terjadinya peristiwa
  5. Why = Kenapa peristiwa yang dimaksud bisa terjadi
  6. How = Bagaimana peristiwa terjadi

 

B. Penulisan Pesan-pesan persuasif

Dari kata persuasi bisa diketahui bahwa kata tersebut berarti ajakan. Pesan-pesan persuasif  dibuat dengan tujuan mendasar dimana untuk menghimbau atau mengajak siapapun yang membaca  pesan tersebut. Menghimbau untuk mengubah perilaku seseorang, menghimbau untuk menghadiri sebuah acara, menghimbau untuk tidak melakukannya hal-hal negatif, dan sebagainya.

 

C. Korespondensi (Surat-Menyurat)

Surat adalah sarana komunikasi yang digunakan oleh seluruh masyarakat sebelum adanya  telepon. Awalnya hanya dari satu pihak mengirimkan surat  berbetuk carikan kertas kepada orang yang dituju, lama kelamaan jaman berubah, surat  tidaklah lagi harus berbentuk kertas, melainkan berbentuk elektronik dan sampainya lebih  cepat. Dilihat dari segi bentuk, isi, dan bahasanya, surat dapat dikelompokkan ke dalam tiga jenis, yaitu surat pribadi, surat dinas, dan surat bisnis.
Secara umum, bahasa yang digunakan dalam dunia korespondensi mencakup kata-kata yang familiar, lazim, dan haru dipilih secara cermat.

 

[BAB XI-XII] Komunikasi Bisnis – Komunikasi Lisan dan Negoisasi

A. Komunikasi Lisan dalam Rapat

Di dalam pertemuan dan rapat diperlukan kesadaran setiap peserta akan posisinya dalam forum tersebut. Hendaknap peserta dapat melakukan hal-hal dibawah ini agar kondisi forum berlangsung dengan kondusif:

  1. Dapat berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab
  2. Dapat sebagai komunikator yang aktif tetapi tidak memonopoli pembicaraan
  3. Dapat sebagai komunikan yang sangat responsif tetapi tidak emosional
  4. Dapat menjadi penyelaras yang bijaksana dan fair tanpa kehilangan pendirian
  5. Dapat mengendalikan diri dan menghindarkan terjadinya debat yang alot dan juga peserta tidak berbicara bertele-tele

B. Komunikasi Lisan dalam Wawancara

Untuk menjadikan sebuah wawancara yang baik, dibutuhkanyya dua pihak yaituu interviewer dan interviewee yang klik dengan satu sama lain. Ada beberap sikap dalam wawancara yang perlu diperhatikan:
1. Fokus pada lawan bicara
2. Fokus pada pembicaraan, tidak ngalor ngidul
3. Tidak memotong pembicaraan
4. Bicara menggunakan intonasi suara yang tidak menjurus ke teriak
5. Sabar
6. Lakukan verifikasi jika ada kekurangan
7. Jangan menyakiti hati responden
8. Hindari bahasa menggurui responden
9. Hindari kata-kata kasar
10. Bersikap ramah
11. Hindari sikap rakus
12. Hindari tatapan yang menyelidik/melotot/clingak-clinguk
13. Mengucapkan kata terima kasih.

C. Komunikasi Lisan dalam Bernegosiasi

Negosiasi, baik yang dilakukan oleh seorang pribadi dengan pribadi lainnya, maupun negosiasi antara kelompok dengan kelompok (atau antar pemerintah), senantiasa melibatkan pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda dalam hal wawasan, cara berpikir, corak perasaan, sikap dan pola perilaku, serta kepentingan dan nilai-nilai yang dianut.Agar dalam berkomunikasi lebih efektif dan mengenai sasaran dalam negoisasi bisnis harus dilaksanakannya beberapa tahap, yakni:

  1. Fact-finding, mencari dan mengumpulkan fakta-fakta atau data yang berhubungan dengan kegiatan bisnis lawan sebelum proses negosiasi dilakukan
  2. Planning / rencana, sebelum bernegosiasi dengan lawan bicara, susunlah terlebih dahulu dalam garis besar pesan yang akan disampaikan
  3. Penyampaian, lakukan negosiasi/sampaikan pesan dalam bahasa lawan/si penerima. Usahakan gunakan istilah khas yang bisa dipakai oleh lawan negosiasi kita. Pilihlah kata-kata yang mencerminkan citra yang spesifik dan nyata. Hindari timbulnya makna ganda terhadap kata yang disampaikan
  4. Umpan balik, negosiator harus menguasai bahasa tubuh pihak lawan. Dengarkan baik-baik reaksi lawan bicara. Amati isyarat prilaku mereka seperti: angkat bahu, geleng–geleng kepala, mencibir, mengaggguk setuju. Umpan balik dapat untuk mengetahui samakah makna yang disampaikan dengan yang ditangkap lawan negosiasi bisnis kita
  5. Evaluasi, diperlukan evalusai untuk menilai apakah tujuan berkomunikasi/ negosiasi sudah tercapai, apakah perlu diadakan lagi, atau perlu menggunakan cara-cara untuk mencapai hasil yang lebih baik.

    Tulisan ini disusun berdasarkan membaca sumber dari:

    1. Buku Komunikasi Bisnis Edisi Ketika oleh Djoko Purwanto
    2. http://www.esaunggul.ac.id/article/komunikasi-dalam-negosiasi-bisnis/

     

    Terimakasih🙂

[Bab IX] Komunikasi Bisnis – Presentasi Bisnis

A. Persiapan Dasar Presentasi Bisnis

Persiapan-persiapan yang diperlukan mencakup beberapa hal, yaitu:

  1. Penguasaan terhadap topik atau materi yang akan dipresentasikan
  2. Penguasaan alat bantu presentasi dengan baik
  3. Menganalisis Audiens
  4. Menganalisis lingkungan lokasi atau tempat untuk presentasi

 

B. Penggunaan Alat Bantu dalam Presentasi

Alat bantu yang bisa digunakan dalam presentasi, diantaranya:

  1. Papan tulis hitam atau putih
  2. Flip Charts
  3. Transparansi Overhead Projector
  4. Slide
  5. Papan tulis Elektronik
  6. Video Cassette Recorder (VCR)
  7. Panel LCD
  8. Proyektor LCD

 

C. Menganalisa Audiens

Untuk dapat melakukan presentasi bisnis yang baik, salah satu syarat adalah pembicara harus dapat menganalisa audiens.  Ketidaktepatan dalam menganalisis audiens akan membuat pembicara gagal karena tidak tersampaikannya pesan inti dari presentasi tersebut. Oleh karena itu, dalam menganalisis audiens, seorang pembicara harus menguasai untuk menjawab enam pertanyaan dasar yang diantaranya:

  1. Siapa saja audiensnya?
  2. Apa yang diininkan dari audiens?
  3. Dimana presentasi akan dilakukan?
  4. Kapan presentasi akan dilakukan ?
  5. Mengapa presentasi dilakukan?
  6. Bagaimana presentasi dilakukan?

D. Mempersiapkan diri dan Mental

Berbicara di depan publik tentu memerlukan persiapan mental. Tanpa persiapan, seorang pembicara akan mengalami gemetar, bicara yang terputus-putus sehingga audiensi pun akan merasakan dan melihat bagaimana tidak siapnya seorang pembicara. Maka dari itu pembicara harus menemukan caranya untuk mengendalikan kesalahan-kesalahan jika mengalami demam panggung di depan khalayak audiens.

 

Tulisan ini disusun berdasarkan rujukan dari buku Komunikasi Bisnis Edisi Ketiga oleh Djoko Purwanto.

Terimakasih.🙂

[Bab VIII] Komunikasi Bisnis – Perencanaan Laporan Bisnis

A. Pengertian dan Jenis Laporan Bisnis

  • Definisi dari Laporan bisnis adalah dokumen tertulis yang menyatakan maksud atau tujuan perusahaan secara faktual, objektif, akurat, dan lengkap sebagai sarana manajemen untuk menginformasikan atau memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan manajerial.
  • Jenis-jenis laporan bisnis, diantaranya:
  1. Berdasarkan kualifikasi:

Laporan Individu dan resmi

Laporan rutin dan khusus

Laporan internal dan eksternal

Laporan informasional

Laporan Analitis

  1. Berdasarkan laporan informasional:

Laporan Pemantauan & Pengendalian

Laporan Penerapan Kebijakan & Sisidur

Laporan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah

Laporan Dokumentasi Perkembangan Bisnis

  1. Berdasarkan Laporan Analitis:

Laporan Analitis Riset Pasar

Laporan Rencana Pembelian Mesin Baru

Laporan Perubahan Sistem Komputer

Laporan Reorganisasi Departemen Tertentu

Laporan Kebutuhan Pegawai Baru

 

B. Bagian Pokok dalam Laporan Bisnis

Terdiri dari:

  1. Halaman Judul
  2. Rangkuman
  3. Daftar Isi
  4. Kerangka Acuan
  5. Pendahuluan
  6. Metode Penyelidikkan
  7. Fakta
  8. Analisis
  9. Kesimpulan
  10. Rekomendasi
  11. Ucapan Terimakasih
  12. Referensi
  13. Lampiran

 

C. Pengorganisasian Isi dalam Laporan Bisnis

  1. Menetapkan masalah yang perlu diatasi
  2. Mengembangkan pengungkapan tujuan
  3. Menyiapkan rencana kerja
  4. Menghimpun, menganalisis, menginterpretasi data, menasrik kesimpulan, dan mengembangkan rekomendasi

 

D. Penulisan Laporan Singkat

Karakteristik laporan singkat:

  1. Sebagai sarana komunikasi perusahaan
  2. Maksimum lima halaman
  3. Sifatnya mudah dibaca, mudah diingat, dan mudah direspon

 

Elemen laporan singkat:

  1. Tujuan
  2. Mengundang aksi pihak audiens untuk membuat keputusan
  3. Ada ringkasan terlebih dahulu
  4. Pokok laporan yaitu permasalahan inti
  5. Rekomendasi

 

E. Membuat Laporan Bisnis yang Baik

Hal-hal yang  perlu diperhatikan dalam membuat laporan bisnis  agar tersusun dengan baik, yaitu:

  1. Akurat

Suatu informasi yang  tidak mengandung kebenaran akan menyebabkan reputasi yang  buruk akan sebuah  pihak. Untuk menghindarinya, bisa dilakukan dengan:

  • Jelaskan fakta atau peristiwa yang terjadi dengan akurat
  • Laporkan semua fakta yang terjadii secara konkret
  • Tempatkan fakta yang ada dalam suatu perspektif
  • Berikan bukt-bukti kesimpulan yang telah dibuat
  • Sajikan bukti valid dan mendukung kesimpulan anda
  • Jaga bias pribadi dalam suatu laporan

 

  1. Keputusan yang Baik
  2. Format, Gaya, dan Organisasi yang Responsif

Pertanyaan-pertanyaan yang  patut ditanyakan kepada diri penulis sendiri ketika membuat laporan:

  • Siapa yang berinisiatif membuat laporan?
  • Apa subjek yang akan dimasukkan ke dalam laporan?
  • Kapan suatu laporan dibuat?

 

 

Tulisan ini disusun berdasarkan membaca dari sumber:

  1. https://www.academia.edu/9153569/KOMUNIKASI_MELALUI_LAPORAN_BISNIS
  2. Edisi ketiga buku Komunikasi Bisnis oleh Djoko Purwanto, M.B.A.

 

Terimakasih🙂

[Bab VII] Komunikasi Bisnis -7 Pengorganisasian dan Revisi Pesan-pesan Bisnis

A. Pengorganisasian Melalui Outline

Dari membuat outline, ide-ide bisa terlebih dulu dikelompokkan berdasarkan kategori yang sejenis yang telah didefinisikan.

B. Pemilihan Kata yang Tepat

Disarankan untuk memilih kata-kata yang familiar. Karena percuma saja jika menggunakan kata-kata asing di kuping audiensi, pemborosan. Kemudian cobalah untuk mempersingkat kata-kata, jangan terlalu panjang, karena lebih efisien dan mudah dipahami oleh audiensi.

Yang terakhir, hindari kata-kata bermakna ganda. Karena di era harus serba  berhati-hati ini dalam menyampaikan pendapat, sering sekali terjadi salah penafsiran yang mengakibatkan kekacauan.

C. Membuat Kalimat yang Efektif

Dalam membuat kalimat  apapun yang berisikan pesan yang ditujukan untuk orang lain, tisak bisa sembarang saja dalam penulisannya. Kalimat ada 3 jenis, yaitu:

  1. Kalimat Sederhana = terdiri hanya dari sebuah subjek dan predikat. namun tidak menutup kemungkinan suatu kalimat dilengkapi dengan objek baik langsung maupun tidak langsung
  2. Kalimat Majemuk  = terdiri dari dua atau lebih klausa independen dan tidak mempunyai klausa dependen
  3. Kalimat kompleks = terdiri dari sebuah klausa independen dan satu atau lebih klausa dependen sebagai anak kalimat.

 

Tulisan ini disusun berdasarkan membaca dari sumber: https://www.academia.edu/13775179/Makalah_KOMBIS_revisi_pesan_pesan_bisnis

Terimakasih.🙂

 

[BAB VI] Komunikasi Bisnis – Perencanaan Pesan-Pesan Bisnis

A. Penentuan Proses Komposisi

Terdapat 3 tahapan dalam proses ini:

  1. Perencanaan

Layaknya membuat apapun, diperlukan perencanaan apa ide-idenya konsep dasarnya,  bagaimana akan dibuat, dan lain-lain.

  1. Komposisi

Tahap dimana untuk mengeksekusi ide-ide dari perencanaan.

  1. Revisi

Setelah hasil dari komposisi sudah selesai, diperlukan untuk meihat lagi, memeriksa lagi apakah sesuai dengan tidak.

B. Penentuan Tujuan

Tujuan dari segala sesuatu haruslah jelas. Karena tanpa tujuan yang jelas, tidak akan membawa diri pebisnis kemana-mana. Ia cenderung akan plin-plan dalam menjalankan bisnisnya. 4 alasan mengapa tujuan harus jelas:

  1. Keputusan untuk meneruskan pesan
  2. Keputusan untuk menanggapi audience
  3. Keputusan untuk memutuskan isi
  4. Keputusan untuk menetapkan saluran atau media

 C. Analisis Audience

Setelah mewujudkan ide dengan tujuan yang jelas, lalu  beralih ke tahap memperhatikan audiensi. Siapa mereka, bagaimana sikap mereka, apa yang mereka ketahui.

  1. Cara mengembangkan profil audience, bisa diukur dengan:

– Jumlah dan bagaimana komposisi audience

– Siapa audience

– Reaksi audience

– Tingkat pemahaman audience

-Hubungan komunikator dengan audience

2. Cara memuaskan kebutuhan informasi audience

-Temukan/cari yang diinginkan oleh audience

– Antisipasi terhadap pertanyaan yang tak diungkapkan

– Berikan semua informasi yang diperlukan

– Yakinkan bahwa informasinya akurat

-Tekankan ide-ide yang paling menarik bagi audience

 

  1. Cara memuaskan kebutuhan motivasional audience

Audiensi butuh motivasi untuk mengubah perilaku mereka. Tetapi, sering terhambat karena audiensi-nya sendiri tidak ingin mengubah sesuatu menjadi yang baru.

 

 

D. Penentuan Ide Pokok

Sebelum menentukan ide pokok terlebih dahulu yang harus diidentifikasi dengan Teknik Brainstorming, yang bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Storyteller’s tour
  2. Random list Tulis
  3. CFR (Conclusions, findings, recommendations) Worksheet.
  4. Journalistic
  5. Question And Answer Chain
  6. Pembatasan Cakupan

 

E. Seleksi Saluran dan Media

Ide-ide yang telah dibuat dapat disampaikan melalui dua saluran yaitu saluran lisan dan tulisan.

  1. Komunikasi Lisan

Saluran lisan dapat digunakan apabila :

– Diperlukan umpan balik secara langsund dari penerima

– Pesan relative sederhana dan mudah dimengerti

– Tidak memerlukan catatap permanen

– Penerima dapat dikumpulkan dengan mudah dan ekonomis

– Ingin mendorong interaksi untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan

 

  1. Komunikasi Tertulis

Saluran komunikasi tertulis dapat digunakan apabila:

– Tidak diperlukan umpan balik secara langsung dari penerima

– Pesan terinci dan kompleks

– Memerlukan perencanaan yang seksama

– Memerlukan catatan permanen

– Penerima dalam jumlah banyak

– Penerima sulit dijangkau karena tersebar secara geografis

 

 

Tulisan ini disusun dengan merujuk dari sumber: https://www.academia.edu/8904758/perencanaan_pesan-pesan_bisnis

 

Terimakasih.🙂

[BAB V] Komunikasi Bisnis – Teknologi Informasi dalam Komunikasi Bisnis

A. Keuntungan Menguasai Teknologi Informasi

Di era yang serba teknologi ini, tentu banyak keuntungan yang didapat dari penguasaan masyarakat  akan teknologi informasi itu sendiri, diantaranya:

  1. Memudahkan kegiatan apapun hanya dalam satu klik
  2. Mendapatkan informasi dengan lebih cepat
  3. Mempercepat langkah masyarakat dalam keep up di era ini

B. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Komunikasi Bisnis

Dengan adanya teknologi informasi, siapa saja yang melakukan bisnis tidak perlu lagi harus tatap muka dengan klien yang berada jauh. Sekarang bisa dengan layanan video call dan sebagainya, membuat deal  bisnis pun dapat dilakukan dari jauh.

Kemudian dengan adanya sosial media, bisnis yang dijalankan bisa lebih cepat tersebar ke khalayak melalui sosial media. Tidak lagi hanya mengandalkan mulut-ke-mulut, melalui flyer atau spanduk.

C. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mengambil Keputusan Bisnis

Dalam mengambil keputusan bisnis, sosial  media bisa menjadi contoh atau tolak ukur dalam mengambil keputusan. Misal, seseorang ingin memulai bisnis  food truck tetapi ragu untuk menempatkannya dimana. Kemudian ia membagikan tentang bisnisnya ke sosial media. Dari situ, orang-orang bisa memberikan respon kepada sang empunya bisnis dimana seharusnya ia berjualan. Dari respon yang ia dapat, distulah ia membuat keputusan.  Melaui sosial media juga bisa menjadi sumber ide untuk seseorang berbisnis. Bisa saja hanya melihat dari jumlah postingan makanan apa saja yang sedang tren di kalangan, menumbuhkan hasrat untuk berbisnis juga.

[BAB IV] Komunikasi Bisnis – Jenis-jenis Komunikasi

A. Komunikasi menurut Penyampaiannya

Tidak terlalu sulit mengenal cara-cara penyampaian dalam komunikasi, karena telah dilakukan dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Komunikasi Lisan
  • Terjadi secara langsung dan tidak mengenal jarak. Misalnya, saling bertatap muka, wawancara
  • Terjadi secara tidak langsung dan dibatasi jarak. Misalnya, komunikasi lewat telepon.
  1. Komunikasi Tulisan
  • Berbentuk surat untuk menyampaikan pesan yang bersifat singkat
  • Berbentuk naskah untuk menyampaikan hal yang lebih kompleks
  • Berbentuk blanko untuk menyampaikan pesan dalam bentuk daftar
  • Berbentuk foto untuk menyampaikan pesan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata
  • Berbentuk spanduk untuk menyampaikan pesan ke khalayak banyak

B. Komunikasi menurut Kelangsungan

Terjadinya interkasi dianatara kedua belah pihak disebut dengan:

  1. Komunikasi Langsung = tanpa adanya bantuan orang ketiga dan tidak dibatasi jarak
  2. Komunikasi Tidak Langsung = adanya bantuan pihak ketiga dan media alat komunikasi

 

C. Komunikasi menurut Perilaku

Menurut perilaku komunikasi dibedakan menjadi:

  1. Komunikasi Formal
  2. Komunikasi Informal
  3. Komunikasi Nonformal

 

D.  Komunikasi menurut Maksudnya

Maksud atau tujuan sebuah komunikasi bisa dicontohkan sebagai:

  1. Berpidato
  2. Memberi ceramah
  3. Memberi saran
  4. Wawancara
  5. Memberi perintah atau tugas

 

E. Komunikasi menurut Ruang Lingkup

Ruang lingkup terjadinya komunikasi merupakan batasan jenis komunikasi ini, komunikasi menurut ruang lingkupnya dibedakan sebagai berikut:

  1. Komunikasi internal, dibagi menjadi 3:
  2. Horisontal
  3. Vertikal
  4. Diagonal

 

  1. Komunikasi eksternal, bisa berbentuk:
  2. Eksposisi, pameran, promosi
  3. Konferensi Pers
  4. Siaran televisi, radio
  5. Bakti Sosial

 

F. Komunikasi menurut Aliran Informasi

Aliran komunikasi dibedakan menjadi 5, yaitu:

  1. Komunikasi satu arah
  2. Komunikasi dua arah
  3. Komunikasi ke atas
  4. Komunikasi ke bawah
  5. Komunikasi ke samping

 

 G. Komunikasi menurut Jaringan Kerja

 

  1. Komunikasi jaringan rantai
  2. Komunikasi jaringan kerja lingkaran
  3. Komunikasi jaringan bintang

 

H. Komunikasi menurut Peranan Individu

  1. Komunikasi antar satu individu dengan yang lain
  2. Komunikasi antar satu individu dengan lingkungan yang lebih luas
  3. Komunikasi antar satu individu dengan dua kelompok atau lebih

 

 I. Komunikasi menurut Jumlah Pelaku dalam Komunikasi

Hanya terbagi dalam dua jenis, yakni:

  1. Komunikasi Perorangan
  2. Komunikasi Kelompok

 

[BAB III] Komunikasi Bisnis – Komunikasi dalam Organisasi

 

A. Pola Komunikasi Bisnis
Komunikasi vertikal dari atas ke bawah; misal, dalam menetapkan instruksi pekerjaan, memperi penjelasan tentang kebiasaan dan peraturan yang berlaku dalam perusahaan

  1. Komunikasi vertikal dari bawah ke atas; misal, berupa usulan dari bawahan atau kritik atau juga grapevine (kabar dari mulut ke mulut atau desas-desus)
  2. Komunikasi horisontal; misal, komunikasi antar karyawan atau pejabat setingkat yang dapat terjadi seperti dalam konferensi, ceramah, pertemuan informal

B. Mengelola Komunikasi Bisnis

 

Pengelolaan komunikasi berkaitan dengan hal-hal yang bersifat rutin, dan  bersifat khusus (incidental) dan perlu penanganan yang bersifat khusus pula.

C. Masalah dalam Komunikasi Organisasi

 

Proses komunikasi dalam organisasi tidak selalu berjalan mulus, namun juga ada hambatan-hambatan. Berikut adalah macam-macam hambatan dalam organisasi, yaitu:

  1. Hambatan fisik       =        hambatan yang terjadi akibat gangguan cuaca, gangguan sinyal, dsb.
  2. Hambatan  semantic =   hambatan yang terjadi akibat pemahaman yang sedikit
  3. Hambatan manusiawi =    hambatan yang terjadi akibat tingkat emosi manusia yang tidak menentu dalam menyikapi informasi atau pesan.

 

 

[BAB II] Komunikasi Bisnis – Peranan Komunikasi dalam Dunia Bisnis

A. Peranan Komunikasi dalam Bisnis

Kegiatan bisnis tidak dapat dilakukan tanpa komunikasi. Komunikasi bisnis dapat dilkakukan diluar maupun didalam perusahaan. Didalam perusahaan, komunikasiharus dijaga dengan baik dengan para karyawan agar mereka lebih yakin dengan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Jika tidak ada rasa yakin dalam diri karyawan dengan produk perusahaan, maka akan tidak mudah untuk mengembangkan produk tersbut untuk khalayak luas. Komunikasi dengan pihak luar ataua eksternal juga perlu dijaga dengan baik dilakukan perusahaan dengan masyarakat, pemerintah pada umumnya dan khususnya terhadap para konsumen dan pelanggan.

 B. Tujuan dari Komunikasi dalam Bisnis

Ada beberapa tujuan, yaitu:

  1. Menjamin hubungan yang baik antar pimpinan dan bawahan
  2. Mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan agar tertuju untuk direalisasikan
  3. Memberi informasi
  4. Mengajak
  5. Membuat kolaborasi dengan pelanggan                                                                                               

C. Umpan Balik dan Bentuknya

Umpan balik atau feedback dapat berbentuk hasil  (pelaksanaan suatu tugas), laporan, pertanyaan, reaksi, dan sebagainya.

Bentuk-bentuk umpan balik, diantaranya:

  1. External Feedback
  2. Internal Feedback
  3. Direct / Immediate Feedback
  4. Indirect Feedback
  5. Inferential Feedback
  6. Zero Feedback
  7. Neutral Feedback
  8. Positive Feedback
  9. Negative Feedback

D. Kesalahpahaman dalam Berkomunikasi

  1. Masalah dalam mengembangkan pesan: munculnya keragu-raguan tentang isi pesan
  2. Masalah dalam menyampaikan pesan: faktor fisik
  3.              Masalah dalam menerima pesan
  4. Masalah dalam menafsirkan pesan: perbedaan latar belakang, penggunaan bahasa, penyampaian menggunakan emosi

E. Memperbaiki Komunikasi dalam Organisasi

Cara memperbaiki komunikasi dalam organisasi, yaitu:

  1. Persepsi
  2. Ketepatan
  3. Kredibilitas
  4. Pengendalian
  5. Kecocokan/keserasian.