Tugas Softskill Kewirausahaan: Tugas #2 “Apakah kesalahan dalam pemasaran dapat memicu kepailitan?”

Nama : Rizma Bunga Vania
NPM : 18613017
Kelas : 2SA06
Mata Kuliah : Kewirausahaan
Nama Dosen : ENYFIANI ANANTA WIN

Apakah salah pemasaran dapat memicu kepailitan?

Menurut saya, pemasaran yang buruk adalah jelas salah satu faktor pemicu kebangkrutan. Contoh pertama yang saya ambil adalah bisnis sablon baju. Sablon baju yang juga merangkap sablon stiker & spanduk. Saya pikir usaha sablon baju akan menarik calon banyak pelanggan jika, dipasarkan dengan cara;
a)membuat banner dengan design yang menarik– warna banner yang tidak kelihatan norak & murah,

b)menggunakan jenis huruf yang “tidak biasa”– bukan jenis huruf seperti Times New Roman atau Comic Sans,

c) memperhitungkan seberapa banyak kata yang dipakai– sebagai orang awam, saya sering kali dibuat pusing jika melihat banner yang terlalu “rame”.
Contohnya, sebuah banner bisnis sablon baju terlalu memfokuskan jenis barang apa saja yang disablon, hingga mengesampingkan dimana alamat tempat sablon tersebut dengan cara memperkecil huruf-hurufnya.

Kalu dipasarkan dengan cara yang sebaliknya, bisnis sablon tersebut pun akan sepi pelanggan dan pada akhirnya memutuskan gulung tikar.

Kesimpulannya adalah jika seseorang tidak mempunyai strategi pemasaran atau promosi yang baik alias tidak pintar menyiasati memasarkannya, tentu apapun yang dia jual akan tidak laku. Mungkin tetap laku, tetapi tidak selaku “lapak sebelah” yang memasarkan barangnya dengan cermat. Hal ini tentu adalah pemicu kepailitan.

Terimakasih. ☺

Tugas Softskill Kewirausahaan: Tugas #1 “Softskill Yang Kita Miliki”

Nama : Rizma Bunga Vania
NPM : 18613017
Kelas : 2SA06
Mata Kuliah : Kewirausahaan
Nama Dosen : ENYFIANI ANANTA WIN

Softskill yang saya miliki sejauh ini, diantaranya:

1. Etos Kerja yang Kuat & Profesionalisme

Saya akan menyelesaikan tugas atau pekerjaan saya, no matter what. Saya bukan tipe orang yang suka melihat orang lain yang ketika mereka belum menyelesaikan pekerjaanya, menggunakan banyak sekali alasan. Maka dari itu, saya sangat menghindari untuk tidak menyelesaikan apa yang orang lain berikan untuk saya kerjakan.

2. Komitmen

Salah satu softskill yang menurut saya semua orang harus miliki. Kalau sudah bilang “Ya, saya bisa selesaikan dalam 3 minggu”, maka harus benar-benar selesai dalam 3 minggu– tidak lebih sehari, tidak kurang sehari. Sebuah titik awal orang lain bisa menaruh kepercayaan pada saya.

3. Sikap Positif

Ini jjuga sangat penting. Saya orang yang sangat menjauhi apapun itu yang “menularkan” saya kenegatifan. Kenegatifan membuat saya tidak bersemangat, dan membuat yang memang tidak ada ada di pikiran, malah menjadi ada. Itulah mengapa saya wajib berada di keadaan dimana pikiran bersih dari hal-hal “nggak penting”

4. Kepercayaan Diri

Ada sebuah kutipan yang sampai sekarang menjadi andalan saya ketika saya meragukan diri saya, “Believe you can and you’re halfway there”. Dimulai dari mengingat dan mengucapkan kalimat itu, saya menumbuhkan kepercayaan diri dan optimisme saya juga bahwa saya bisa.

5. Kemampuan Berkomunikasi

Kemampuan berkomunikasi saya jauh dari kata “baik”. Saya baik dalam hal  “mendengarkan” tapi saya kurang dalam mampu “menyampaikan”. Maka dari itu, sampai sekarang saya terus berlatih melalui menulis di social media atau berlatih di depan kaca dan selalu mencoba untuk  “tidak menolak” untuk presentasi di depan kelas. Karena saya yakin, itu bisa membantu saya.

6. Bekerjasama dan Memimpin

Saya bisa “menyuruh” dan saya bisa “disuruh”. Sering saya mendapatkan posisi “menyuruh”. Jika saya dan teman-teman mendapatkan tugas kelompok, yang saya tanamkan di pikiran saya pertama kali adalah “Kelompok saya harus sempurna”.  Mengapa sempurna? Dengan saya mematok target “sempurna” itu sendiri, saya rasa hasil yang dikerjakan tidak akan jelek. Saya percaya diri untuk bilang “saya mempunyai banyak ide kreatif, jalanin yuk.” dan saya ingin orang-orang dalam kelompok saya mempunyai pemikiran yang sama juga.

7. Adaptability

Menyesuaikan terhadap situasi dan ide-ide baru? Saya sangat terbuka dengan hal itu. Bagi introvert seperti saya, mungkin tidak bisa langsung “klop” dengan situasi baru, tapi di waktu yang bersamaan saya juga menyukai hal-hal baru. Jadi diperlukan waktu untuk saya bisa beradapatasi dengan lingkungan baru tersebut.

8. Kesabaran

Semua hal butuh proses. Saya percaya akan proses. Bersabar untuk menunggu proses membawa saya kepada hal-hal yang saya tidak duga akan terjadi.  Hal-hal yang baik, tentunya

9. Kemampuan Menyelesaikan Masalah

Untuk soft skill yang ini, saya belajar banyak dari kehidupan sehari-hari. Dari teman-teman yang meminta saran, saya rasa semua orang mesti mempunyai soft skill ini.

10. Kebaikan / Kindness

Saya tidak tahu ini bisa dimasukkan kedalam kategori soft skill atau tidak, tapi ini yang saya rasa harus ada. Saya tidak membicarakan kebaikan yang dilakukan oleh Oprah Winfrey, melainkan kebaikan dari hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari. Every little thing matters, itulah motto saya. Dengan mempunyai niat untuk selalu berbuat baik dan menjalankannya, saya percaya ini salah satu kunci yang bisa membuat mampu untuk menjalani kehidupan yang baik. Menjadi sumber untuk bersabar, beradaptasi, berkomunikasi dengan baik, dan sikap yang positif. Dengan begitu, saya menjalani segala sesuatu terasa “lebih mudah”.

“Apa yang saya tanam, akan saya tuai.”

Sekian dan terimakasih. :)

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar: Tugas #9 Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

Nama : Rizma Bunga Vania
NPM : 18613017
Kelas : 2SA06
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Nama Dosen : Ibu Adhita Anna Syarof

I.

1. Ilmu Pengetahuan
-> Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang kita dapatkan yang tersimpan di dalam memori kita dari berbagai macam hal yang kita lihat dan dengar yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

2. Teknologi
-> Teknologi adalah salah satu hal terbaik di dunia ini; adalah sarana yang diciptakan untuk melangsungkan dan memudahkan kehidupan manusia di jaman yang makin modern ini.

3. Ciri-ciri Fenomena Teknik Masyarakat
-> 1.Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah..
3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis.Teknik berkembang pada suatu kebudayaan.
4.Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
5. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.
6. Otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.

4. Ciri-ciri Teknologi Barat
-> a. Bersifat Intensif pada semua kegiatan manusia.
b. Cenderung bersifat ketergantungan.
c. Selalu berpikir bahwa barat adalah pusat dari segala teknologi.

Sumber poin no. 3&4: Terimakasih kepada https://ciptadestiara.wordpress.com/category/ciri-ciri-fenomena-teknik/

5. Pengertian Kemiskinan
-> Kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu menghasilkan pendapatan sehingga ia tidak dapat membeli kebutuhan sandang, pangan, dan papan dan mempunyai kehidupan yang layak.

6. Ciri-ciri Manusia yang Hidup di Garis Bawah Kemiskinan
-> 1. Tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan, dll.
2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usah.
3. Tingkat pendidikan yang rendah, tidak sampai tamat sekolah dasar karena harus membantu orang tua mencari tambahan penghasilan.
4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas (serabutan) berusaha apa saja.
5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai keterampilan.

Sumber: Terimakasih kepada https://mfaisalkemal.wordpress.com/2012/12/24/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan-serta-agama-dan-masyarakat/

II. Tentang Teknologi Barat dan Timur
Barat:
Teknologi yang mereka punya sangatlah canggih dan modern. mereka sudah bisa melakukan sesuatu secara instant, cepat dan tepat. Bahkan dari fasilitas, mereka selalu memberikan layanan yang terbaik untuk para penikmatnya. Dari segi Transportasi, Hotel, dll

Timur:
Orang timur cenderung masih memakai apa yang diajarkan nenek moyangnya dulu. Mereka masih mempelajari ilmu dari turun temurun. Masih memakai cara tradisional untuk hal teknologi.
Untuk fasilitas, masih sangat tertinggal dari budaya barat.

Sumber: Terimakasih kepada http://www.kaskus.co.id/thread/51ac15e9be29a0ae76000006/perbedaan-orang-timur-dan-barat

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar: Tugas #8 Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Nama : Rizma Bunga Vania
NPM : 18613017
Kelas : 2SA06
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Nama Dosen : Ibu Adhita Anna Syarof

I.

1. Perbedaan Kepentingan
-> Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Dengan berpegang prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut.
Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya.
Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
1. kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
2. kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
3. kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
4. kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
5. kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
6. kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya
7. kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
8. kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.

Sumber: Terimakasih kepada https://akhman.wordpress.com/2012/01/04/perbedaan-kepentingan/

2. Diskriminasi dan Ethnosentris
-> a. Diskriminasi: tindakan yang memperlakukan satu orang atau satu kelompok secara kurang adil atau kurang baik daripada orang atau kelompok yang lain. Diskriminasi dapat bersifat langsung atau tidak langsung dan didasarkan pada faktor-faktor yang sama seperti premanisme dan pelecehan.
Diskriminasi dapat dilakukan oleh individu, kelompok, atau kebijakan dan praktik organisasi.
b. Etnosentris: suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung, tidak luwes.

Sumber: Terimakasih kepada http://www.cicak2.com.au/index.php?r=article/view&id=474
https://nathaniaseptavy.wordpress.com

3. Pertentangan dan Ketegangan dalam Masyarakat
-> Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan ciri-ciri dari situasi konflik yaitu :
1. Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat didalam konflik
2. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
3.Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.

Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang paling kecil yaitu individu,sampai kepada lingkungan yang luas yaitu masyarakat.
Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian, atau emosi emosi dan dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang
Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan-perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan norma-norma, motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.
Pada taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan di antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai an norma-norma kelompok yang bersangkutan berbeda.Perbedan-perbedaan dalam nilai, tujuan dan norma serta minat, disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman hidup dan sumber-sumber sosio-ekonomis didalam suatu kebudayaan tertentu dengan yang aa dalam kebudayaan-kebudayaan lain.

Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :
1.Elimination; yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yagn diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri
2. Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya
3. Majority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4. Minority Consent; artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama
5. Compromise; artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
6. Integration; artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak

4. Golongan-golongan yang Berbeda dan Integrasi Sosial
-> Masyarakat indonesia adalah masyarakat yang majemuk, msyarakat majemuk itu di persatukan oleh sistim nasional negara indonesia.aspek” kemasyarakatann yang mempersatukannya antara lain :
1. Suku bangsa dan kebudayaannya
2. Agama.
3. Bahasa,
4. Nasion Indonesia

Integrasi
Masalah besar yang di hadapi indonesia adalah sulitnya itegrasi antara 1 dengan yang lainnya. masyarakat” yang ada di indonesia mereka tetap hidup berdampingan pada kemajemukannya,
berikut adalah beberapa variabel yang dapat menghambat integrasi :
1. Klaim/Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang di anggap sebagai miliknya
2. Isu asli tidak asli berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara indonesia asli dengan keturunan lain
3. agama, sentimen agama dapat di gerakkan untuk mempertajam kesukuan.
4. prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang golongan tertentuk.

Dalam hal ini masyarakat indonesia seringkali terhambat integrasinya karena variabel variabel yang di sebutkan di atas. masyarakat indonesia pada umumnya masih sulit untuk menerima sesuatu yang baru ataupun yang berbeda dengan yang biasa ia temukan. misalnya saja antar agama masih sering terjadi permusuhan/ sering terjadi perang agama di desa-desa yang berada di pulau jawa. hal tersebut menunjukkan bahwa betapa sulitnya bagi mereka untuk berintegrasi tanpa menyangkut pautkan variabel-variabel yang ada di atas tadi..

Sumber poin no. 3&4: Terimakasih kepada http://v-ixio.blogspot.com/2013/01/pertentangan-sosial-dan-integrasi.html

5. Integrasi Nasional
-> Integrasi nasional mempunyai dua pengertian dasar,yakni integrasi dan nasional.Integrasi berasal dari kata Latin yakni integrate yang berarti memberi tempat dalam suatu keseluruhan.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,integrasi berarti pembauran hingga menjadi kesatuan yang bulat dan utuh.
Kata Nasional berasal dari kata nation (Inggris) yang berarti bangsa.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,Integrasi nasional mempunyai arti sebagai berikut:
a. Secara politis,integrasi berarti proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.
b. Secara antropologis,integrasi berarti proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat.

Sumber: Terimakasih kepada http://pendididi.blogspot.com/2013/10/pengertian-integrasi-nasional.html

A suck finale, Homeland. Your worst season finale yet. You let everybody down. :( That was not something you could give your viewers as a finale, that was something you could give us as part of early episodes of the season.
I really do hope my dissapointment will be paid off next year. Come on, dear writers. Get the show its groove back.

View on Path

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar: Tugas #7 Masyarakat Pedesaan & Perkotaan

Nama : Rizma Bunga Vania
NPM : 18613017
Kelas : 2SA06
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Nama Dosen : Ibu Adhita Anna Syarof

I. Masyarakat Perkotaan

-> Pengertian Masyarakat
Masyarakat (yang diterjemahkan dari istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau sebaliknya, dimana kebanyakan interaksi adalah antara individu-individu yang terdapat dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” berakar dari bahasa Arab, musyarakah. Arti yang lebih luasnya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah kelompok atau komunitas yang interdependen atau individu yang saling bergantung antara yang satu dengan lainnya. Pada umumnya sebutan masyarakat dipakai untuk mengacu sekelompok individu yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Sumber: Terimakasih kepada http://sosialsosiologi.blogspot.com/2012/12/definisi-masyarakat.html

-> Syarat menjadi masyarakat
Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa disebut sebagai masyarakat.
1. Ada sistem tindakan utama.
2. Saling setia pada sistem tindakan utama.
3. Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
4. Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.

-> Pengertian Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

-> Dua tipe masyarakat
1. Masyarakat paksaan, misalnya Negara, masyarakat tawanan, dan lain-lain
2. Masyarakat merdeka, yang terbagi dalam :
a. Masyarakat nature, yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendirinya, seperti gerombolan, suku, yagn bertalian dengan hubungan darah atau keturunan
b. Masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang terjadi karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian, gereja dan sabagainya

-> Ciri-ciri Masyarakat Kota
Ciri-ciri masyarakat kota, diantaranya:
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung padaorang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
5. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

Sumber: terimakasih kepada http://celoteh-galang.blogspot.com/2012/11/masyarakat-pedesaan-masyarakat-perkotaan.html

II. Masyarakat Pedesaan

-> Pengertian Desa
Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri.
Masyarakat pedesaan ditandai dengan kepemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yang sangat kuat yang hakekatnya.

Sumber: Terimakasih kepada http://celoteh-galang.blogspot.com/2012/11/masyarakat-pedesaan-masyarakat-perkotaan.html

-> Ciri-ciri Desa
Secara umum pedesaan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

a.Kehidupan masyarakatnya sangat erat dengan alam.
b.Pertanian sangat bergantung pada musim.
c.Desa merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja.
d.Struktur perekonomian bersifat agraris.
e.Hubungan antarmasyarakat desa berdasarkan ikatan kekeluargaan yang erat (gemmeinschaft).
f.Perkembangan sosial relatif lambat dan sosial kontrol ditentukan oleh moral dan hukum informal.
Norma agama dan hukum adat masih kuat.

Sumber: Terimakasih kepada http://ronnytriasmara.wordpress.com/2012/11/21/ciri-ciri-desa/

-> Unsur-unsur Desa
a. Daerah/wilayah yang merupakan tempat tinggal dan tempat beraktivitas.
b. Penduduk adalah terkait dengan kualitas dan kuantitas.
c. Tata kehidupan atau aturan–aturan yang berhubungan langsung dengan keadaan masyarakat dan adat istiadat setempat.

Sumber: Terimakasih kepada http://pinterdw.blogspot.com/2012/03/unsur-unsur-desa.html

-> Fungsi Desa

Fungsi-fungsi desa, yakni :

a. Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota)
b. Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan
c. Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota
d. Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia

Sumber: Terimakasih kepada http://rinesaa.blogspot.com/2012/11/klasifikasi-desa.html

III. Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan
Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:

– Masyarakat Pedesaan
1.Perilaku homogen
2.Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
3.Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status .
4.Isolasi sosial, sehingga statik
5.Kesatuan dan keutuhan kultural
6.Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
7. Kolektivisme

– Masyarakat Kota:
1. Perilaku heterogen
2.Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
3.Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4.Mobilitassosial,sehingga dinamik
5.Kebauran dan diversifikasi kultural
6.Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7.Individualisme

Sumber: Terimakasih kepada http://celoteh-galang.blogspot.com/2012/11/masyarakat-pedesaan-masyarakat-perkotaan.html

IV. Cerita tentang Kampung Halaman
Sampai sekarang, setiap saya ditanya dimana kampung halaman saya, saya selalu jawab “Nggak punya kampung.” sambil tertawa. Karena saya lahir di Jakarta pada tahun 1995 lalu saya pindah pada tahun 2000 dan tinggal sampai sekarang di Bekasi. “Kampung halaman” itu sendiri menurut saya identik dengan tempat nan-jauh dari tempat seseorang tinggal, dan hanya dikunjungi, paling tidak, setahun sekali pada momen liburan. Bagaimana dengan saya? Jelas, kata “kampung halaman” tidak terlalu pas untuk diaplikasikan ke saya. Karena, Jakarta tidak jauh dari Bekasi dan saya seringkali bulak-balik Jakarta. Tetapi, karena definisi “kampung halaman” mengarah kepada “tempat dimana seseorang tinggal”, maka saya akan menuliskan beberapa hal tentang kampung halaman saya, Jakarta:

1. Kampung halaman saya merupakan ibukota negeri dimana saya berasal, Indonesia. :)
2. Hampir seluruh kerabat keluarga dari Ibu saya tinggal di kampung halaman saya.
3. Saya sangat suka dengan makanan khas kampung halaman saya, yakni Kerak Telor.
4. Di kampung halaman saya terdapat “menara Eiffel-nya Indonesia” yaitu Tugu Monas.
5. Salah satu tempat rekreasi favorit keluarga terdapat di kampung halaman saya. Ancol namanya.
6. Kampung halaman saya sering disebut-sebut sebagai “tempat mengadu nasib” oleh orang-orang yang berasal dari kampung halamannya.
7. Kampung halaman saya dipenuhi dengan mall-mall dibanding pohon-pohon yang rindang, yang dimana hal yang baru saja saya tulis membawa saya ke poin terakhir tentang kampung halaman saya…
8. Kampung halaman saya sangat identik dengan macet dan banjir

Terimakasih. :)

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar: Tugas #6 Pelapisan Sosial

Nama : Rizma Bunga Vania
NPM : 18613017
Kelas : 2SA06
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Nama Dosen : Ibu Adhita Anna Syarof

I. PELAPISAN SOSIAL

-> Pengertian Pelapisan Sosial
Pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.
Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang

-> Terjadinya Pelapisan Sosial
1. Terjadi dengan sendirinya.
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yagn menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdaarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena sifanya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk pelapisan dan dasar dari pada pelaisan ini bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat dimanapun sistem itu berlaku. Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya, maka kedudukan seseorang pada suatu strata tertentu adalah secara otomatis, misalnya karena usia tua, karena pemilikan kepandaian yang lebih, atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang memiliki bakat seni, atau sakti.

2. Terjadi dengan disengaja
Sistem palapisan ini disusun dengan sengaja ditujuan untuk mengejar tujuan bersama. Didalam pelapisan ini ditentukan secar jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaanini, maka didalam organisasi itu terdapat peraturan sehingga jelas bagi setiap orang yang ditempat mana letakknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam organisasi baik secar vertical maupun horizontal.sistem inidapat kita lihat misalnya didalam organisasi pemeritnahan, organisasi politik, di perusahaan besar. Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem ialah :
a. Sistem fungsional : merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat, misalnya saja didalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepala seksi, dan lain-lain
b. Sistem scalar : merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertikal)

-> Perbedaan Sistem Pelapisan dalam Masyarakat
1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Dalam sistem ini, pemindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal istimewa. Di dalam sistem yang tertutup, untuk dapat masuk menjadi dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Di India, sistem ini digunakan, yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana yang kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :
>Kasta Brahma : merupakan kasta tertinggi untuk para golongan pendeta;
>Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua;
>Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang;
>Kasta sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata;
Paria : golongan bagi mereka yang tidak mempunyai kasta. seperti : kaum gelandangan, peminta,dsb.

2) Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal. Contoh:
– Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau sebaliknya.
– Seorang yang tidak/kurang pendidikan akan dapat memperoleh pendidikan asal ada niat dan usaha.

3) Sistem pelapisan social campuran
Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Misalnya, seseorang yang berasal dari Bali berkasta Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.

II. KESAMAAN DERAJAT

-> Kesamaan Derajat
Persamaan derajat adalah persamaan yang dimiliki oleh diri pribadi kepada diri orang lain ataupun masyarakat,biasanya persamaan derajat itu dapat dinyatakan dengan Hak Asasi Manusia yang telah diatur dalam Undang-Undang.

Sumber: Terimakasih kepada sirjordi.wordpress.com

-> Pasal-pasal mengenai Kesamaan Hak
Ada empat pasal yang memuat ketentuan tentang hak asasi manusia yakni pasal 27,28,29 dan 31:
1. Pasal 27 ayat 1 menetapkan bahwa ;Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan Pemerintahan dan wajib menjujung hukum dan pemerintahan tanpa kecuali.
2. Pasal 27 Ayat 2 ; hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
3. Pasal 28 ; kemerdekaan berserikat dan berkumpul , mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan oleh Undang-Undang.
4. Pasal 29 ayat 2 ; Kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara.
5. Pasal 31 ; (1) tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran (2) pemerintah mengusahakan dan menyelnggarakan suatu sistem pengajaran nasional , yang diatur dengan Undang-Undang.

III. MASSA

-> Pengertian Massa
Istilah massa digunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spotnan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tetapi yang secara fundamental berbeda dalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku misal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebgai dibertakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.

-> Ciri-ciri Massa
Ciri-ciri massa ada 3, yaitu:
1. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakamuran atau kebudayaan yang berbeda-beda.
2. Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonim.
3. Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota-anggotanya.

Sumber untuk poin I-III (kecuali poin II yang pertama): Terimakasih kepada https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/pengertian-pelapisan-sosial/

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar: Tugas #5 Warga Negara dan Negara

Nama : Rizma Bunga Vania
NPM : 18613017
Kelas : 2SA06
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Nama Dosen : Ibu Adhita Anna Syarof

I.
Pengertian Hukum
Hukum adalah sekumpulan peraturan yang berisi perintah dan
larangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang sehingga dapat
dipaksakan pemberlakuaanya berfungsi untuk mengatur masyarakat
demi terciptanya ketertiban disertai dengan sanksi bagi
pelanggarnya.

Sumber: Terimakasih kepada Mbah http://www.google.com/

Sifat Hukum dan Ciri-ciri Hukum
– Sifat Hukum:
Hukum mempunyai sifat memaksa. Sehingga hukum menjadi peraturan hidup yang dapat memaksa orang untuk menaati serta dapat memberikan sangsi tegas terhadap setiap orang yang tidak mau mematuhinya.

– Ciri-ciri Hukum:
1. Adanya perintah atau larangan
2. Perintah atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang. Agar tata tertib dalam masyarakat dapat dilaksanakan dan tetap terpelihara dengan baik, perlu ada peraturan yang mengatur dan memaksa tata tertib itu untuk ditaati yangdisebut hukum, dan siap yang melanggar baik sengaja maupun tidak, dapat dikenakan sanksi yang berupa hukuman.

Sumber: Terimakasih kepada nathaniaseptavy.wordpress.co/tag/sifat-hukum/

Pengertian Negara
Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.
Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.

Sumber : Terimakasih kepada Wikipedia

Sifat-sifat Negara
Sifat negara antara lain :
1. Sifat memaksa: Tiap- tiap negara dapat memaksakan kehendaknya, baik melalui jalur
hukum maupun melalui jalur kekuasaan.
2. Sifat monopoli: Setiap negara menguasai hal-hal tertentu demi tujuan negara
tersebut tanpa ada saingan. Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapat
mengembangkan bakat dan potensinya. Negara dapat memungkinkan
rakyatnya maju berkembang melalui pembinaan.

Sumber : Terimakasih kepada belajarhukumindonesia.blogspot.com

Tujuan Negara
Miriam Budiharjo(2010) menyatakan bahwa Negara dapat dipandang
sebagai asosiasi manusia yang hidup dan bekerjasama untuk
mengejar beberapa tujuan bersama. Dapat dikatakan bahwa tujuan
akhir setiap negara adalah menciptakan kebahagiaan bagi rakyatnya.
Sedangkan tujuan Negara Indonesia adalah yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke empat;
– Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia
– Memajukan kesejahteraan umum
– Mencerdaskan kehidupan bangsa
– Ikut melaksanakan ketertiban dunia

Sumber: Terimakasih kepada http://sistempemerintahanindonesia.blogspot.in/2013/09/pengertiannegaraunsurfungsitujuan.html?m=1

Perbedaan Pemerintah dengan Pemerintahan
Pemerintah dan pemerintahan mempunyai pengertian yang berbeda. Pemerintah merujuk kepada
organ atau alat perlengkapan, sedangkan pemerintahan menunjukkan bidang tugas atau fungsi. Dalam arti sempit pemerintah hanyalah lembaga eksekutif saja. Sedangkan dalam arti luas, pemerintah mencakup aparatur negara yang meliputi semua organ-organ, badan-badan atau lembaga-lembaga, alat perlengkapan negara yang melaksanakan berbagai kegiatan untuk
mencapai tujuan negara. Dengan demikian pemerintah dalam arti luas adalah semua lembaga negara yang terdiri dari lembagalembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif. Dalam arti sempit pemerintahan adalah segala kegiatan, fungsi, tugas dan kewajiban yang dijalankan oleh lembaga eksekutif untuk mencapai tujuan negara.
Pemerintahan dalam arti luas adalah segala kegiatan yang terorganisir yang bersumber pada kedaulatan dankemerdekaan, berlandaskan pada dasar negara, rakyat atau penduduk dan wilayah negara itu demi tercapainya tujuan negara.

Sumber: Terimakasih kepada http://dimasmelodi.blogspot.com/2011/10/pengertianperbedaanpemerintahdengan.html?m=

II.
Pengertian Warga Negara
Secara umum Warga mengandung arti peserta atau anggota dari suatu organisasi perkumpulan, jadi secara sederhana warga Negara diartikan sebagai anggota dari suatu Negara. Istilah warga Negara merupakan terjemahan kata citizen(inggris). Kata citizen secara etimologis berasal dari bangsa romawi yang pada waktu itu berbahasa latin, yaitu kata “civis ” atau “civitas ” yang berarti
anggota warga dari citystate. Selanjutnya kata ini dalam bahasa Prancis diistilahkan “citoyen” yang bermakna warga dalam “cite” (kota yang memiliki hakhak
terbatas.

Pasal-pasal yang tercantum dalam UUD 1945 tentang hak dan kewajiban Warga Negara
– “Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2)
– “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.” (pasal 28A).
– Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan
melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).
– Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang”
– Hakuntuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan
kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28C ayat 1)
– Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).
– Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta
perlakuan yang sama di depan hukum. (pasal 28D ayat 1).
– Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak,
hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan
apapun. (pasal 28I ayat 1)
– Pasal 28J ayat 2: “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya,setiap orang wajib tunduk
kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undangundang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.”
– Pasal 30 ayat (1) UUD 1945: “tiaptiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
pertahanan dan keamanan negara.”
– Pasal 26, ayat (1) yang menjadi warga negara adalah orangorang bangsa Indonesia asli dan orangorang bangsa lain yang disahkan dengan undangundang sebagai warga negara. Dan pada ayat (2), syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undangundang.
– Pasal 27, ayat (1) segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam
hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu. Pada ayat (2), tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
– Pasal 28, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, dan sebagainya ditetapkan dengan undangundang.
– Pasal 30, ayat (1), hak dan kewajiban warga negara untuk
ikut serta dalam pembelaan negara. Dan ayat (2) menyatakan
pengaturan lebih lanjut diatur dengan undangundang.

Sumber: Terimakasih kepada http://nurulhaj19.wordpress.com/hakdankewajibanwarganegaraindonesia/

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar: Tugas #4 Pemuda dan Sosialisasi

Nama : Rizma Bunga Vania
NPM : 18613017
Kelas : 2SA06
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Nama Dosen : Ibu Adhita Anna Syarof

Pengertian Pemuda
Pemuda diidentikkan dengan kaum muda yang merupakan generasi
bangsa, yang akan menentukan perubahan-perubahan dimasa yang
akan datang. Sebagai seorang mahasiswa/mahasiswi kita adalah
pemuda yang memiliki intelektual yang dapat berpikir demi perubahan
dan kemajuan negara ini. Telah kita ketahui bahwa pemuda atau
generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan
dengan masalah nilai. hal ini merupakan pengertian idiologis dan
kultural daripada pengertian ini. Di dalam masyarakat pemuda
merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita
perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya
karma pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa
yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.
Princeton mendefinisikan kata pemuda (youth) dalam kamus
Webstersnya sebagai “the time of life between childhood and
maturity; early maturity; the state of being young or immature or
inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young
person”. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemuda adalah sebuah kehidupan
yang berdiri direntang masa kanak-kanak dan masa dewasa dimasa
inilah seorang pemuda bersifat labil, kontrol emosi dan kstabilan
pendirian masih bisa dipengaruh oleh pihak luar.
Dalam kehidupannya seorang pemuda dituntut dapat bersosialisasi
dengan masyarakat lainnya. Proses sosialisasi pemuda didefinisikan
proses yang membantu individu melalui belajar dan penyesuaian diri.
Proses sosialisasi sebenarnya berawal dari dalam keluarga. Melalui
proses sosialisasi, individu (pemuda) akan terwarna cara berpikir dan
kebiasaan-kebiasaan hidupnya dengan proses sosialisasi, individu
menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku ditengah-tengah
masyarakat dan lingkungan budayanya.Sesuai dengan pepatah lama
semakin banyak dilihat semakin banyak dirasa. Jadi pengalaman
adalah hal yang dibutuhkan seorang pemuda bisa bertindak dan
mengasah pola pikirnya untuk perubahan yang akan datang.

Sumber: Terimakasih kepada celoteh-galang.blogspot.com

Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media
pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir
agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun
sebagai anggota masyarakat. Berikut pengertian sosialisasi menurut
para ahli :
1. Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir
kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
2. Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta
memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya
3. Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
4. Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.

Proses Sosialisasi
Proses sosialisasi adalah cara-cara berhubungan orang perseorang dan kelompok-
kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem, serta bentuk-bentuk hubungan. Atau sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupanbersama yang mencakup berbagai aspek kehidupan.Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekamto di dalam Pengantar sosiologi, interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial. Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama. Jika hanya fisik yang saling berhadapan antara satu sama
lain tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi. Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial, maka kegiatan-kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi.
Sedangkan menurut George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang
dilalui seseorang dapat dibedakan melalui tahap-tahap sebagai berikut :
– Tahap persiapan (Preparatory Stage )
– Tahap meniru ( Play Stage )
– Tahap siap bertindak ( Game Stage ),
– Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)

Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masyarakat
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain.
Secara tak sadar namun perlahan tapi pasti, para generasi muda dihinggapi dengan idiologi baru dan perilaku umum yang mendidik mereka menjadi bermental instan dan bermental bos. Pemuda menjadi malas bekerja dan malas mengatasi kesulitan, hambatan
dan proses pembelajaran tidak diutamakan sehingga etos kerja jadi lemah.
Sarana tempat hiburan tumbuh pesat bak “jamur di musim hujan”
arena billyard, playstation, atau arena hiburan ketangkasan lainnya, hanyalah tempat bagi anak-anak dan generasi muda membuang waktu secara percuma karena menarik perhatian dan waktu mereka yang semestinya diisi dengan lebih banyak untuk belajar, membaca buku di perpustakaan, berorganisasi atau mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif.
Peran pemuda yang seperti ini adalah peran sebagai konsumen saja, pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan yang berkontemplasi (pencipta karya). Dapat ditambahkan disini persoalan NARKOBA yang dominan terjadi di kalangan generasi muda yang memunculkan kehancuran besar bagi bangsa Indonesia.

Sumber: Terimakasih kepada https://ciptadestiara.wordpress.com/category/peranan-sosial-pemuda-dalam-masyarakat/

Tujuan Sosialisasi
Sosialisasi sebagai proses sosial mempunyai tujuan sebagai berikut,
1. Memberi keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk
melangsungkan kehidupan seseorang kelak di tengah-tengah
masyarakat.
2. Menambah kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien.
3. Membantu pengendalian fungsi organik yang dipelajari melalui
latihan mawas diri.
4. Membiasakan individu dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok
yang ada pada masyarakat.
5. Untuk mengetahui lingkungan alam sekitar.
6. Untuk mengetahui lingkungan sosial, tempat individu bertempat
tinggal termasuk lingkungan sosial yang baru.
7. Untuk mengetahui nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam
masyarakat.
8. Untuk mengetahui lingkungan sosial budaya suatu masyarakat.

Sumber: Terimakasih kepada http://mazwaly.wordpress.com/2013/03/30/tujuan-dan-fungsi-sosialisasi/

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar: Tugas #3 Pertumbuhan Penduduk

Nama : Rizma Bunga Vania
NPM : 18613017
Kelas : 2SA06
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Nama Dosen : Ibu Adhita Anna Syarof

A1. PENGERTIAN INDIVIDU
–> Individu adalah manusia perseorangan.

A2. PENGERTIAN PERTUMBUHAN
–> Pertumbuhan penduduk adalah :“terjadinya perubahan jumlah penduduk disuatu wilayah, baik bertambah maupun berkurang.”
Pertumbuhan penduduk adalah :
perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran.Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.

A3. Faktor-faktor Pertambahan Penduduk
Pertambahan penduduk pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor – faktor demografi sebagai berikut :
1. kematian (Mortalitas)
> Faktor pendukung kematian adalah:
– sarana kesehatan yang kurang memadai;
– rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan;
– terjadinya berbagai bencana alam;
– terjadinya peperangan;
– terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industry;
– tindakan bunuh diri dan pembunuhan.

> Faktor Penghambat Kematian adalah:
– lingkungan hidup sehat;
– fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap;
– ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain;
– tingkat kesehatan masyarakat tinggi;
-semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.

2. kelahiran (Natalitas)
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk.Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas).

> Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
• kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu;
• anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua;
• anggapanbahwa banyak anak banyak rejeki;
• anak menjadi kebanggaan bagi orang tua;
• anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.

> Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
• Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
• Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
• Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
•Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.

3. migrasi (Mobilitas).
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu:
1. persediaan sumber daya alam;
2. lingkungan sosial budaya;
3. potensi ekonomi;

sumber: Terimakasih kepada http://owldizzy.blogspot.com/2012/05/makalah-tentang-pertumbuhan-penduduk.html

B1. Pengertian Keluarga
–> Keluarga adalah susunan orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah atau adopsi. Pertalian antara suami dan istri adalah perkawinan dan hubungan antara orang tua dan anak biasanya adalah darah atau kadangkala adopsi

B2. FUNGSI KELUARGA

a. Fungsi Agama
–> Keluarga dikembangkan untuk mampu menjadi wahana yang pertama dan utama untuk membawa seluruh anggotanya melaksanakan ibadah dengan penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.

b. Fungsi Sosial & Budaya
–> Keluarga dikembangkan menjadi wahana untuk melestarikan budaya nasional yang luhur dan bermartabat.

c. Fungsi Cinta & Kasih Sayang
–> Keluarga menjadi wahana pertama dan utama untuk menumbuhkan cinta kasih antar sesama anggotanya, antar ortu dengan pasangannya, antar anak dengan ortu dan sesama anak sendiri.

d. Fungsi Perlindungan
–> Keluarga menjadi pelindung yang pertama, utama dan kokoh dalam memberikan kebenaran dan keteladanan kepada anak-anak dan keturunannya.

e. Fungsi reproduksi
–> Keluarga menjadi pengatur reproduksi keturunan secara sehar dan berencana, sehingga anak-anak yang dilahirkan menjadi generasi penerus yang berkualitas.

f. Fungsi Sosialisasi & Pendidikan
–> Keluarga berfungsi sebagai sekolah dan guru yang pertama dan utama dalam mengantarkan anak-anaknya untuk menjadi panutan masyarakat luas dan dirinya sendiri.

g. Fungsi Ekonomi
–> Keluarga menyiapkan dirinya untuk menjadi suatu unit yang mandiri dan sanggup untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan batinnya dengan penuh kemandirian.

h. Fungsi Lingkungan
–> Keluarga siap dan sanggup untuk memelihara kelestarian lingkungan untuk memberikan yang terbaik kepada anak cucunya dimasa yang akan datang.

sumber: Terimakasih kepada http://www.academia.edu/6731324/8_Fungsi_Keluarga

B3. TENTANG KELUARGA
–> Saya anak kedua dari tiga bersaudara. Saya mempunyai seorang kakak perempuan yang jarak umurnya berbeda 8 tahun dan seorang adik laki-laki yang jarak umurnya berbeda 10 tahun. Ayah saya asli Medan, sedangakan Ibu saya asli Jakarta. Keluarga ayah saya bisa dibilang keluarga yang besar karena ayah saya anak ke 7 dari 10 bersaudara. Sedangkan Ibu saya terlahir sebagai anak pertama dari 3 bersaudara.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.